Tebingtinggi, 9/2 (Antarasumut)-Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan para pengusaha agar lebih mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para buruh dan pekerjanya. Bukan itu saja, pengusaha juga harus memberikan BPJS demi terciptanya hubungan baik yang saling menguntungkan.

Hal itu dikatakan Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan dalam Pencanangan Bulan K3 tahun 2015, Senin (9/2) di Balai Kartini Kota Tebingtinggi. Menurut Umar, wajar bila Kota Tebingtinggi dapat penghargaan K3, tetapi system manajemen belum ada. “Saya berikan apresiasi kepada SPSI terkait tidak ada terjadi insiden kecelakaan kerja selama ini”, terangnya.

Menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun ini, walikota berharap harus ada peningkatakn kompetnsi tenaga kerja, “Kita meminta kepada para pengusaha dan SPSI agar mengadakan pelatihan sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ada. Jangan hanya betuk tulisan box saja, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar dilakukan”, imbuhnya.

Umar kembali mengingatkan bahwa negara maju bisa menolak barang dari Indonesia, karena tidak ada persyaratan produk tersebut karena tidak higienis dan benar. “Kegiatan ini jangan hanya seremoni, agar pekerja dan buruh sesuai dengan prosedur dan pengusaha seharusnya menyiapkan peralatan K3. Sedangkan untuk buruh yang belum mempunyai tempat tinggal rumah, Pemko Tebingtinggi akan menyiapkan rumah tempat tinggal Rusunawa dengan syarat membayar sewa selama 5 tahun”, terangnya.

Kadis Tenaga Kerja dan Transmigarsi Provinsi Sumatera Utara Drs Bukit Tambunan MAP mengatakan, dengan adanya hubungan baik Pengusaha, SPSI, Pemerintah dan Buruh, maka pengusaha harus memperhatikan semua kepentingan pekerja. Perusahaan boleh ambil untung sebesar-besarnya, tapi mereka harus memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan buruh.

“Bukan itu saja, pengusaha harus melaksanakan kegiatan siraman rohani kepada pekerjanya. Untuk Kota Tebingtinggi kita berikan apresiasi besar karena sudah melakukan pencanangan bulan K3, apalagi salah satu point adalah, K3 apakah sudah diberlakukan oleh perusahaan-perusahaan di Tebingtinggi”, cetusnya.

Lebih lanjut, Bukit Tambunan mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan sidak di PT Batanghari Jalan Prof HM Yamin yang melakukan pengolahan getah karet ekspor, mereka melihat pihak pengusaha belum memberlakukan K3 bagi buruhnya. “Masih banyak kita lihat pekerja tidak memakai helm, sepatu dan masker sebagai standar keamanan bagi pekerja, kita sudah menegur pemiliknya agar program K3 harus benar-benar diterapkan”, pungkasnya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026