Dairi, 23/1 (Antarasumut) – Para petani di sekitar tanggul irigasi Sikaleut Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi mengaku kecewa. Soalnya, sudah tiga bulan tanggul irigasi yang jebol sejak awal Oktober 2014 lalu hingga Januari 2015 ini tak kunjung diperbaiki.

“Kami kecewa kenapa perbaikannya sampai sekarang tidak ditangani, akibatnya ratusan hektare areal persawahan mengalami kekeringan,” tutur sejumlah petani setempat Janto Siburian (56), dan Marudur Lumban Gaol (47), Jumat, di Desa Kalang.

Mereka mengatakan, luas areal persawahan yang dialiri irigasi Sikaleut mencapai 200 hektare dan merupakan lumbung padi bagi Dairi, karena produktif dua kali dalam setahun masa panen. Dan akibat irigasi amblas, kini para petani tidak dapat mengolah lahan sawah mereka dan membiarkan terlantar.

Selain menelantarkan areal persawahan, kerusakan irigasi dimaksud telah menelantarkan kolam ikan petani yang merupakan mata pencaharian warga di sana. Kejadian itu telah menimbulkan kerugian besar bagi petani.

Lumban Gaol menuturkan, jebolnya tanggul irigasi saat daerah itu diguyur hujan lebat dan peristiwa itu sudah dilaporkan ke pemerintah kecamatan dan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi.

Kepala Desa Kalang, Singkat Nababan, Jumat, mengakui lahan persawahan Sikaleut produktif dengan tanaman padi termasuk kolam ikan. Kini para petani tidak dapat mengolah lahan untuk tanaman padi karena ketiadaan air atau kekeringan.

Dikatakan, kerusakan tanggul itu cukup parah dan tidak dapat diperbaiki kalau hanya mengandalkan gotong royong. "Bencana itu segera kita laporkan ke kantor camat. Tetapi kita sudah mendapat informasi, tanggul itu akan segera mendapat perbaikan" katanya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas PU Bina Marga Dairi, Friyanto Naibaho, mengaku telah mendapat informasi dari Kepala Desa Kalang terkait usulan perbaikan. Ia menjelaskan, pihaknya sudah menyusun desain, begitu juga dana untuk perbaikan telah ditampung.

Pewarta: Edy Pandiangan
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026