"Air bersih tersebut tetap harus dijaga, sehingga tidak terkontaminasi berupa zat besi dan belerang yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Jhonson Tarigan dihubungi dari Medan, Jumat.
Perlunya menjaga air bersih yang ada dalam bak dan sumur itu, menurut dia, demi kelangsungan hidup warga atas kebutuhan air yang digunakan dalam sehari-hari.
"Seluruh tempat air bersih milik penduduk agar tetap dijaga dari pengaruh semburan debu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Sinabung," ujar Jhonson.
Dia menyebutkan, air yang tercemar debu gunung berapi itu, bisa menimbulkan berbagai penyakit, yakni diare, gatal-gatal, iritasi mata dan penyakit lainnya.
Oleh karena itu, katanya, masyarakat harus dapat menjaga kesehatan dengan baik, sehingga tidak terkena penyakit yang berasal dari debu Gunung Sinabung.
Selain itu, penduduk juga harus ekstra hati-hati bila menggunakan air sungai dan jangan sampai yang sudah tercemar dengan debu vulkanik atau lahar dingin.
Sebab, jelasnya, air tersebut masih mengandung dan bercampur dengan bahan metalik vulkanik Gunung Sinabung.
"Hal ini harus tetap diwaspadai dan dihindari warga, sehingga dapat terhindar dari ancaman penyakit," kata Jhonson.
Sebelumnya, sebanyak 2.753 warga Desa Pancur dan Desa Pintu Besi, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, berada di radius tujuh kilometer dari Gunung sinabung telah diungsikan ke tempat yang lebih aman di lokasi penampungan di Kabanjahe.
Evakuasi penduduk tersebut, karena gunung Sinabung berubah status dari Level III "Siaga" menjadi Level IV "Awas" yang terjadi selama beberapa hari ini, dan sangat membahayakan.
Badan Geologi mengumumkan, volume kubah lava Gunung Sinabung meningkat menjadi lebih dari 3.000 meter kubik dan dalam kondisi labil.
Kondisi itu menyebabkan Gunung Sinabung berpotensi mengeluarkan guguran kubah yang diikuti awan panas guguran ke arah selatan dan tenggara dengan jangkauan diperkirakan sejauh tujuh kilometer.***4***Budi Suyanto
(T.M034/B/B. Suyanto/B. Suyanto) 12-06-2015 16:22:06
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.