Salah seorang warga Kelurahan Semula Jadi, Ismail Nasution di Tanjungbalai, Senin, mengatakan, fungsi ruas jalan itu sangat penting karena menghubungkan kelurahan itu ke daerah lain.
"Segingat saya, sudah 10 tahun jalan ini belum pernah mendapat perawatan. Kami berharap Pemkot Tanjungbalai segera melakukan perbaikan," katanya.
Menurut dia, masyarakat sebenarnya sangat enggan melintasi ruas Jalan Binjai tersebut karena mengalami kerusakan yang cukup parah.
Dengan kondisi yang banyak berlubang dan selalu tergenang ketika air pasang atau hujan, pengendara berpotensi terperosok ke dalam lubang yang tertutup genangan air.
Kerawanan ketika melintas tersebut semakin tinggi ketika menerima air pasang dari Sungai Asahan yang berdekatan dengan badan jalan itu.
Meski kondisinya sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, tetapi masyarakat di daerah itu terpaksa melintasinya karena merupakan jalur utama untuk menuju daerah lain.
"Biasanya, ketinggian luapan air mencapai selutut orang dewasa, sehingga warga khawatir melintas, karena kondisi jalan sudah rusak parah," kata Ismail.
Pantauan Antara, selain berlubang, batu bekas aspal juga berserakan di atas badan jalan yang diperkirakan sepanjang dua kilometer tersebut sehingga dapat mengganggu kendaraan yang melintas. ***4***
(T.KR-YWK/C/I. Arfa/I. Arfa) 25-05-2015
Pewarta: Yan Aswika:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.