"Kami ingin mengetahui masalah atau kendala apa yang terjadi dalam pelaksanaan UN. Tujuannya untuk melakukan pembenahan manakala terjadi kekurangan dalam pelaksanaannya," ujar Sekdakot Tanjungbalai, Abdi Nusa, disela sela memantau UN, Senin.
Menurut dia, masih banyak hal yang perlu dikoordinasikan dengan pihak-pihak sekolah, khususnya dalam menunjang dan memperbaiki mutu pendidikan yang berkualitas di Kota Tanjungbalai.
Ia melanjutkan, tahun lalu kelulusan peserta UN (SMP) hampir seratus persen, tingkat kelulusan tersebut sangat menggembirakan pemerintah kota.
Pada tahun ini, kita juga berharap seluruh peserta bisa lulus seratus persen dengan nilai yang baik dan memuaskan.
"Jika hal tersebut tidak bisa dicapai, kita akan mencari tahu penyebab dan kendala yang dialami. Sistem atau peserta yang tidak siap mengikuti ujian nasional", katanya.
Kepala Disdik Kota Tanjungbalai, H.Hamlet Sinambela, menjelaskan, sebelum UN berlangsung seluruh peserta mengikuti les tambahan yang dilaksanakan di sekolah masing-masing.
Selain itu, jelang pelaksanaan UN yang dilaksanakan pada 4-7 Mei 2015, beberapa waktu lalu peserta telah mengikuti uji coba.
"Namun, untuk bisa lulus, semuanya tidak lepas dari kemampuan siswa dan pengawasan orang tua. Kita berharap hasil UN ini kelulusan dapat mencapai seratus persen", kata Hamlet, didampingi Kabid Dikdasmen M Marbun dan Kepala Kemenag Tanjungbalai, H.Hayatsyah.
"Walau dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, bukan berarti penentu kelulusan. Lebih diutamakan tingkat kehadiran dan keterampilan siswa/i, sebab sekolah yang menentukan peserta lulus atau tidak", ujarnya.
Sebagaimana diinformasikann, peserta UN tahun ini sebanyak 3.595 siswa/i dari 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat se Kota Tanjungbalai.***4***
(KR.YWK)
Nurul H
(T.KR-YWK/B/N. Hayat/N. Hayat) 04-05-2015
Pewarta: Yan Aswika:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.