Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Deliserdang, Wastianna Harahap di Lubukpakam, Senin, mengatakan tahun ini hanya enam sekolah di daerahnya yang menggunakan sistem CBT dalam melaksanakan ujian.
Keenam sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, SMK Nenegri 1 Lubuk Pakam, SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, SMK Swasta Sinar Husni Helvetia, SMK AKP Galang dan SMK Swasta SMART Percut Sei Tuan, sedangkan sebagian besar masih melaksanakan UN berbasis kertas/manual.
Khusus di Sekolah SMA Negeri 2 Lubuk Pakam sebagai sekolah inklusi dilaksanakan ujian bagi anak yang berkebutuhan khusus yaitu tunanetra dengan menggunakan soal behuruf Braile atas nama Nurhayati Sitinjak dari Jurusan IPS.
Tahun ini, jumlah sekolah yang melaksanakan UN di Deliserdang sebanyak 155 sekolah dengan jumlah siswa 9.158 orang, masing-masing jurusan IPA 5.249, jurusan IPS 3.853 dan jurusan keagamaan 56.
Sementara untuk SMK diikuti sebanyak 131 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 9.871 orang.
UN SMA/MA berlangsung selama tiga hari, 13-15 April, sedangkan untuk SMK selama empat hari tanggal 13-16 April 2015, karena ada ujian praktik, sedangkan UN susulan untuk SMA/MA 20-22 April, lalu ujian susulan untuk tingkat SMK 20-23 April 2015.
Sementara Bupati Deliserdang Ashari Tambunan yang menyempatkan diri memantau proses pelaskanaan UN di sejumlah sekolah menyatakan cukup puas atas proses pelaksanaan ujian yang berjalan tertib dan lancar.
Ia juga mengingatkan Kepala Sekolah dan pengawas ujian untuk menjaga dan mengawasi pelaksanaan UN, termasuk perlengkapan ujian, meskipun kesiapan para siswa dinilai sudah cukup bagus, baik mental maupun bekal pengetahuan.
"Tetapi kita harus tetap waspada dan meningkatkan pengawasan sehingga hasilnya lebih baik dan maksimal," katanya. ***4***
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.