"Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun, dan ke depan kita rencanakan dua bulan sekali," kata Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih saat meninjau pelaksanaan operasi itu di Simalungun, Rabu (25/3) siang sampai malam.
Penambahan jadwal pelaksanaan operasi katarak direncanakan bupati, karena melihat antusias masyarakat yang ingin mengobati penglihatannya, terutama kaum tua yang datang dari berbagai daerah.
Pemkab berperan aktif mangajak lembaga atau institusi yang ingin berpartisipasi dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Kita terbuka menjalin kerja sama, terutama memberikan pelayanan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Bukan hanya katarak, tetapi juga hernia dan bibir sumbing," katanya.
Lamria br Nainggolan (67), warga Kecamatan Tanah Jawa mengaku mengalami gangguan mata kanan sejak lima tahun lalu, dan hingga saat ini kondisinya bertambah parah.
"Aku tahankan saja, karena tidak sanggup membayar untuk biaya operasi. Penghidupan kami dan anak-anak kami pas-pasan saja, aku tidak mau jadi beban mereka," katanya.
Lamria mengaku sebelumnya pernah mendengar pelayanan gratis berupa operasi katarak yang dilaksanakan pemkab, tetapi ragu dengan hasilnya setelah operasi.
"Kali ini aku beranikan diri, karena aku dengar jadi bagusnya lagi pengelihatan yang sudah dioperasi itu. Mudah-mudah bagus juga mata kananku ini," katanya. ***4***
(T.KR-WRS/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 26-03-2015
Pewarta: Waristo:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.