Medan, 1/2 (Antara) - Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho diharapkan menggordinasikan fungsi rumah sakit di daerah itu agar mampu bersinerji dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Anggota Komisi E DPRD Sumut Rinawati Sianturi di Medan, Minggu, mengatakan, pelayanan rumah sakit (RS) di Sumut selama ini sudah cukup baik, terutama RSU Pusat Adam Malik Medan.

Namun ada kesan kuat jika koordinasi antar RS di Sumut cukup lemah sehingga belum memberikan hasil maksimal dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Salah satu indikasi kurangnya koordinasi tersebut dapat terlihat dari proses rujukan yang ditujukan ke RSU Pusat Adam Malik Medan.

Disebabkan rujukan tersebut kurang dapat dikoordinasikan, RSU Pusat Adam Malik sering mengalami over kapasitas atau kelebihan jumlah pasien.

Melalui koordinasi tersebut, diharapkan RSU di daerah tidak terlalu mudah mengeluarkan rujukan ke RSU Pusat Adam Malik atau ke RS lain hanya karena tidak ingin merawat pasien tertentu.

Gubernur dapat menjalankan koordinasi tersebut dengan mengajak bupati dan wali kota untuk menginstruksikan pengelola RS di daerah masing-masing agar bekerja lebih maksimal dan profesional.

"Cara itu cukup efektid karena manajemen RS di daerah 'takut' dengan bupati," katanya.

Kemudian, kata dia, Pemprov Sumut melalui Dinas Kesehatan juga perlu membuat pusat komunikasi semacam "call centre" guna memudahkan komunikasi antarpengelola RS.

Dengan adanya call centre tersebut, pengelola di RS tertentu dapat mengetahui kemungkinan adanya rujukan ke RS lain yang memiliki layanan medis tertentu.

Kemudian, RS yang dituju juga dapat memberikan jawaban pasti mengenai layanan kesehatan yang akan diberikan bagi pasien yang dirujuk dari RS lain.

Menurut dia, tidak dapat dipungkiri jika pengelola RS di suatu daerah memiliki keterbatasan kemampuan, baik karena tidak adanya dokter spesialis mau pun keterbatasan peralatan untuk merawat penyakit tertentu.

Karena itu, dapat dimaklumi jika dokter tersebut mengeluarkan rujukan agar pasien yang ditangani bisa mendapatkan perawatan medis yang lebih baik.

Jika dirujuk ke RSU Pusat Adam Malik, perlu dijalin komunikasi dan koordinasi agar RS kelas A tersebut bersiap-siap, baik untuk penyediaan kamar mau pun dokter spesialis tertentu.

Disebabkan tidak adanya koordinasi tersebut, tidak jarang pasien yang dirujuk itu terbengkalai, terutama dengan alasan ketiadaan kamar.

Padahal, jika telah dikoordinasikan dan diketahui tentang ketiadaan kamar, rujukan pasien tersebut dapat dialihkan RS lain.

"Jangan sampai, setelah pasien tiba di RS yang dirujuk, baru diketahui tidak ada kamar," kata politisi Partai Hanura itu.

Dengan kurangnya koordinasi antar RS tersebut, tidak mengherankan jika beberapa kasus kematian cukup tinggi di Sumut, terutama kematian anak dan ibu yang melahirkan.

"Untuk kasus kematian ibu, Sumut menempati peringkat lima nasional," kata Rinawati. ***4***
(T.I023/B/M. Taufik/M. Taufik)

Pewarta: Irwan Arfa
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026