"Sedikitnya ada 32 lobang di badan jalan itu yang mengancam keselamatan masyarakat pengguna jalan. Dinas PU diharapkan segera melakukan perbaikan," katanya, di Tanjung Balai, Selasa.
Menurutnya, lobang-lobang di badan dibadan jalan kedalaman dan lebarnya bervariasi, serta menimbulkan keresahan masyarakat akibat seringnya terjadi kecelakaan tunggal, seperti pengandara yang terperosok ke obang.
Selain kecelakaan tunggal, tabrakan antara sesama pengandara sepeda motor kerap terjadi gara-gara menghindari lobang yang menganga dan siap menelan korban.
Untuk menghindari semakin banyaknya korban lakalantas, intitusi terkait yaitu Dinas PU harus segera turun tangan memperbaiki kerusakan atau lobang yang ada dibadan jalan.
Desakan ini, katanya, disampaikan karena diketahui bahwa ratusan juta rupiah dana atau anggaran untuk perawatan jalan setiap tahun dialokasikan dalam APBD Kota Tanjung Balai.
"Jika perbaikan tidak bisa dilakukan menyeluruh, paling tidak Dinas PU bisa menimbun lobang-lobang ada. Hal itu tentunya akan menekan atau mengurangi terjadinya kecelakan sesama pengguna jalan, " ujarnya.
Kepala Bidang Perawatan Jalan dan Jembatan pada Dinas PU Kota Tanjung Balai, Mabrur, membenarkan ketersediaan anggaran perawatan atau perbaikan jalan dan jembatan.
Dikatakan, saat ini pihaknya belum bisa melakukan perbaikan, sebab anggaran yang tersedia pada tahun 2014 tidak mencukupi untuk menyahuti permintaan masyarakat.
Namun demikian, Ia berjanji akan berupaya melakukan perbaikan dengan cara menambal lobang-lobang tersebut dengan material bescause, sebagai langkah awal sebelum dilakukan perbaikan secara menyeluruh.
"Jika menunggu tahun depan (2015) memang terlalu lama, akan tetapi dalam waktu dekat kami segera melakukan penimbunan sesuai keinginan masyarakat," ucapnya. (Yan)
Pewarta: Yan Aswika:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.