Rombongan disambut langsung Bupati Samosir, Wakil Bupati, Sekda Ketua TP PKK, Ketua DWP, Staf Ahli Bupati, Asisten dan beberapa Pimpinan SKPD di Ruang Rapat kantor Bupat.
Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, MM menjelaskan asal muasal orang batak . Bupati juga menjelaskan sejarah terbentuknya Pemekaran Kabupaten Samosir serta sejarah Danau Toba serta Visi Kabupaten Samosir yaitu Tahun Kunjungan Samosir 2014-2015. Samosir sangat kaya akan sejarah dan budaya serta memiliki banyak objek wisata. Bupati memaparkan bahwa untuk memajukan Kabupaten Samosir memiliki 4 sektor yaitu Bidang Industri Pariwisata, Agribisnis dan Energi, Infrastruktur dan tarnsportasi serta usaha mikro kecil dan menengah.
Kawasan Danau Toba merupakan Kawasan Strategis Nasional yang memiliki daya tarik yang sangat indah, memiliki pemandangan yang sangat menarik dan menakjubkan. Kawasan Danau Toba telah dijadikan salah satu tujuan Wisata Nasional. Untuk meningkatkan kunjungan Wisatawan ke Samosir Pemerintah terus berupaya untuk membangun dan membenahi berbagai sektor teristimewa sektor infrastruktur jalan serta melaksanakan beberapa kegiatan Horas Samosir Fiesta ( HSF) .
Lebih jauh Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, MM mengatakan bahwa konsep Geopark Toba merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pariwisata kawasan Danau Toba dan mewujudkan visi Samosir menjadi kawasan wisata lingkungan yang inovatif. Pemerintah pusat telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional (PP. 26/2008) dan pada PP. 50/2011 tentang RIPPARNAS tahun 2010 – 2025, Danau Toba termasuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Hal ini menegaskan bahwa kawasan Danau Toba akan menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan dan pembangunan kepariwisataan.
Menurut Mangindar, membangun Geopark Toba memiliki 3 aspek tujuan utama yang saling terkait. Petama adalah fungsi konservasi/perlindungan aspek geologis untuk geosite-geosite (objek wisata) yang tersebar di kawasan Danau Toba. Objek warisan bumi ini berpeluang mencipatakan nilai ekonomi.
Kemudian aspek yang kedua adalah aspek edukasi/pendidikan dan penelitian terhadap fenomena pembentukan muka bumi (Geoscientific Knowledge). Geopark Toba sebagai tempat yang berisi berbagai material bumi yang berkaitan dengan proses terbentuknya kawasan Danau Toba saat ini. Dengan demikian, Geopark Toba akan berfungsi sebagai tempat tujuan wisata yang berkaitan dengan edukasi.
Aspek yang ketiga adalah Geotourism. Kegiatan geopark mampu menstimulus aktifitas ekonomi masyarakat lokal serta pembangunan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung di Geopark maka akan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Geopark. Penyelenggaraan kegiatan pariwisata Geopark secara berkelanjutan dimaknai sebagai kegiatan dan upaya penyeimbangan antara pembangunan ekonomi melalui usaha konservasi dan pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata berbasis alam.
Untuk mempercepat realisasi Geopark Kaldera Toba sebagai salah satu GGN - Global Geopark Network (UNESCO), Bupati Samosir I. Mangindar Simbolon, MM menegaskan diperlukan kerjasama dari seluruh kabupaten/kota kawasan Danau Toba.
Usai pemaparan rombongan Bupati Pacitan disambut di Rumah Dinas Bupati Samosir dengan jamuan makan siang serta pemberian cendramata dan diakhir pertemuan Wakil Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM menutup secara resmi dengan mengajak seluruh rombongan untuk mengucapkan 3 kali Horas. (ril)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.