Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H T Erry Nuradi pada acara Wisuda ke- XVI Akademi Pariwisata (Akpar) di Medan, Selasa mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke wilayah itu sebetulnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengemukakan bahwa pada 2010, angka kunjungan wisman masih sebanyak 191.466 orang dan di 2013 sudah mencapai 259.295 orang.
Sementara hingga Juli 2014, kunjungan wisman ke Sumut sudah naik 5,90 persen dari periode sama tahun lalu atau mencapai 149.365 orang.
"Sumut terus berupaya meningkatkan kunjungan wisman dengan berbagai upaya termasuk peningkatan SDM (sumber daya manusia) di bidang kepariwisataan," katanya.
Terkait upaya itu, diharapkan Akpar juga memberikan kontribusi besar kepada Pemprov Sumut, antara lain dengan menghasilkan lulusan SDM yang semakin berkualitas.
Dengan SDM sektor pariwisata yang semakin bermutu, infrastruktur yang semakin baik dan promosi, maka diyakini kunjungan wisman ke Sumut akan semakin meningkat.
Pemprov Sumut semakin yakin target peningkatan kunjungan wisman itu bisa dicapai karena ada asumsi bahwa pada tahun 2020 Indonesia menjadi tujuan wisata wisman dengan pertumbuhan berkisar enam hingga delapan persen.
"Peluang itu juga harus dimanfaatkan dan didukung Akpar Medan dan lulusannya," katanya.
Akpar, kata dia, harus menunjang program wisata pemerintah, seperti dalam menjamin kelancaran pelayanan serta penyelenggaraan pariwisata.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut Solahudin Nasution menyebutkan selain perlu memperbaiki infrastruktur, Sumut juga perlu membuat wisata buatan.
Sumut, kata dia, diakui memiliki objek wisata alam yang sangat bagus, tetapi dengan tren pola hidup semakin modern atau besarnya potensi wisatawan dari kalangan remaja, maka diperlukan wisata buatan.
"Lihat Universal Singapura yang cukup banyak menyedot kunjungan wisatawan," katanya.
***2***
(T.E016/B/M.M. Astro/M.M. Astro)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.