Medan,  (Antara)- Pemerintah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur mengunjungi Sumatera Utara untuk belajar dengan kemampuan daerah itu dalam menjaga kerukunan umat bergama.

"Jatim berkeinginan kuat meningkatkan kerukunan umat beragamanya dan Sumut dipilih sebagai tempat pembelajaran karena umat di daerah itu dinilai cukup rukun dan tercatat sebagai miniatur Indonesia karena masyarakatnya sangat majemuk," kata Ketua FKUB Jatim Hendro Siswantoro di Medan, Selasa.

Dia mengatakan hal itu pada saat FKUB Jatim yang dipimpin Kabag Sosial Provinsi Jatim, Muhammad Isa, Kemenag Jawa Timur H. Abdul Rahman dan rombongan lainnya diterima Wakil Gubernur Sumut HT Erry Nuradi beserta jajaran SKPD dan FKUB Sumut.

Hendro menegaskan, Pemerintah dan FKUB Jatim ingin menggali informasi dan memperoleh pengalaman serta belajar banyak dari Sumut sehingga bisa menciptakan kerukunan hidup beragama yang cukup bagus.

"Kami ingin menggali informasi dan memperoleh pengalaman serta belajar banyak dari Sumut sehingga bisa menciptakan kerukunan hidup beragama yang baik juga. Keanekaragaman budaya dan suku di Sumut mirip dengan Jatim," katanya.

Kabag Sosial Provinsi Jatim Muhammad Isa mengatakan pihaknya tidak salah pilih untuk belajar ke Sumut karena Sumut mampu mewakili Indonesia dengan keberagaman etnis dan budaya yang dapat hidup berdampingan dan rukun.

"Kami yakin, keberhasilan Sumut itu tidak terlepas dari peran jajaran FKUB Sumut dan Pemprov Sumut sehingga Jatim harus belajar banyak," katanya.

Pembelajaran yang paling utama akan dilakukan adalah soal kebijakan dan program-program FKUB Sumut yang selama ini dapat berkoordinasi dengan Pemerintah dan mampu mengayomi masyarakat lewat pemuka agama di jajaran FKUB.

Wakil Gubernur Sumut H Tengku Erry Nuradi mengakui, Sumut dengan beragam suku dan agama sangat rentan dengan permasalahan tetapi karena pemuka agama, suku dan Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota berhubungan atau berkoordinasi dengan baik maka kerentanan itu bisa ditekan.

Kerukunan semakin terjaga karena tingkat kesadaran masyarakat untuk hidup berdampingan dengan damai juga semakin kuat dan Pemerintah Provinsi Sumut memberikan apresiasi soal itu.

Sumut memiliki delapan etnis asli terdiri dari enam sub Batak yaitu Mandailing, Toba, Karo, Pakpak, Simalungun dan Angkola serta dua etnis lainnya yaitu Melayu dan Nias.

Hampir semua etnis di Indonesia juga ada di Sumut termasuk enam agama.

"Tetapi Alhamdulillah, masyarakat Sumut yang berada di 33 kabupaten/kota (8 kota dan 25 kabupaten), 417 kecamatan dan hampir 6.000 desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 15,97 juta jiwa itu hidup rukun," katanya yang didampingi Ketua FKUB Sumut, Maratua Simanjuntak.***3***
(T.E016/B/I. Sulistyo/I. Sulistyo)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026