"Surplus terjadi dari hitungan nilai ekspor yang sebesar 662,007 juta dolar AS dan impor yang masih 473,711 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono di Medan, Sabtu.
Surplus yang semakin besar itu pengaruh turunnya impor Sumut dari RRT di tengah menguatnya ekspor ke negara tersebut.
Pada tahun ini, nilai ekspor Sumut ke RRT naik 2,28 persen dari periode sama tahun lalu yang masih 647,253 juta dolar AS.
Sebaliknya impor turun sebesar 14,39 persen menjadi 473,711 juta dolar AS dari 2013 yang 553,316 juta dolar AS.
Sekretaris Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Sofyan Subang menyebutkan, nilai Impor Sumut dari RRT yang turun itu dipicu melemahnya perekonomian yang membuat permintaan menurun.
Impor Sumut dari RRT antara lain berupa pupuk, produk elektronik dan makanan/minuman.
Adapun ekspor tetap menguat karena permintaan CPO dan karet masih tetap ada walau tren menurun.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengatakan, permintaan CPO dari RRT dan termasuk India melemah dipicu perekonomian yang melesu.
Dampak melemahnya permintaan akhirnya juga ikut menekan harga jual.***2***
(T.E016/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 06-09-2014 22:34:39
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.