Ia mengatakan bahwa sebagian besar pengunjung tersebut ingin melihat dari dekat keberadaan penangkaran gajah yang ada Kecamatan Batang Serangan itu.
Edi Sunardi menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara itu ke Objek Wisata Tangkahan TNGL, selain melihat gajah, juga melihat keindahan ragam flora dan fauna yang ada.
Dari waktu ke waktu kunjungan wisatawan mancanegara itu terus meningkat, yang terbanyak berasal dari Belanda, Australia, Jerman dan Spanyol, katanya.
Data yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser, tahun 2010 yang lalu ada 2.300 wisatawan yang datang, di tahun 2011 naik menjadi 2.800 wisatawan.
Pada tahun 2012 ada 2.850 wisatawan, tahun 2013 ada 3.140 wisatawan, ementara di tahun 2014 hingga Agustus ini sudah ada 3.000 wisatawan mancanegara yang berkunjung kesana.
Para wisatawan ini rata-rata menginap dua hari dua malam di sana, bahkan beberapa di antaranya lebih karena menyempatkan diri menyusuri hutan-hutan di TNGL, untuk melihat keindahan alamnya.
"Tangkahan Kecamatan Batang Serangan menjadi alternatif tujuan wisatawan mancanegara sesuadh Bukit Lawang di Kecamatan Bahorok," kata Edi Sunardi.
Edi Sunardi juga menjelaskan bahwa sekarang ini ekowisata Tangkahan terus berbenah untuk menarik semakin banyak lagi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung kesana.
Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat pecinta lingkungan dan satwa, untuk terus mempromosikan kawasan itu, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Promosi untuk wisatawan lokal juga terus dilakukan, seperti yang dilakukan Bupati Ngogesa Sitepu dengan mendatangkan gajah terlatih dari Taman Nasional Gunung Leuser, untuk melakukan atraksi di hadapan ribuan warga Langkat saat berlangsungnya HUT ke-69 Republik Indonesia di Stabat.***2***
(T.KR-IFZ/B/Farochah/Farochah) 18-08-2014 09:38:10
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.