Medan (ANTARA) - Proses prarekonstruksi atas dugaan tenggelamnya Steven Arya Sitorus yang dilakukan di lokasi penginapan di Jalan Namu Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, berlangsung penuh haru dan keheningan. Kegiatan ini dihadiri oleh pihak Kepolisian dari Polres Langkat, Kapolsek Padang Tualang beserta jajarannya, serta diwarnai dengan doa dan sebuah lagu karya Sekolah tempat Steven menuntut ilmu sejak SMP hingga tamat SMA di Kota Medan.
Kegiatan yang dimulai siang hari dan berlangsung hingga sore hari ini menjadi perhatian utama karena diwarnai dengan momen emosional dari keluarga Steven, khususnya ibunda Armina Dewi Siagian. Ia menyampaikan rasa dukanya melalui lagu berjudul "Steven Arya" yang dibuat oleh sekolah sebagai bentuk penghormatan dan penghibur keluarga di tengah duka yang mendalam.
"Dari SMP-SMA-nya memang anak kami mudah bergaul dengan siapapun, termasuk dengan guru dan kepala sekolah di Global Prima. Terima kasih kepada sekolah yang telah membuat lagu penghibur ini untuk Steven,"ungkap Armina saat ditemui di lokasi prarekonstruksi pada hari Kamis 18 Juni 2026.
Lagu berjudul "Steven Arya" yang diputar melalui ponsel di lokasi ini menjadi pengingat akan perjuangan dan semangat anak muda penuh harapan tersebut. Lirik lagu yang menyentuh hati menggambarkan rasa kehilangan, harapan, dan doa dari keluarga serta sahabat. Berikut sebagian lirik lagu tersebut:
"Air mengalir... Pelan dan dingin... Steven, kau pergi terlalu cepat. Tangkahan memanggil namamu, dan hati kami hancur...
Pagi itu kau tersenyum seperti biasa,
Bercerita tentang mimpi-mimpi indah.
Tak ada yang tahu sungai itu akan merenggut Sahabat kami, Steven Arya yang gagah.
Kau bermain, kau tertawa, kau penuh semangat. Satu detik kemudian arus membawa dirimu pergi.
Kami berlari, kami menangis, memanggil namamu, Tapi Tangkahan hanya diam membawa kau ke keabadian.
Mengapa kau pergi?
Mengapa begitu cepat?
Kami belum siap melepas tanganmu...
Steven... sahabat kami...
Di hati kami kau tetap hidup.
Meski sungai telah membawamu,
Kenanganmu takkan pernah hilang.
Steven... sahabat kami...
Keluarga dan sahabat kini bersatu,
Menangis bersama, menguatkan satu sama lain...Untukmu... Steven Arya...
Setiap kali lewat pinggir Tangkahan,
Angin seolah membawa suaramu.
"Kita harus kuat," begitu katamu dulu.
Sekarang kami belajar hidup tanpa dirimu.
Keluargamu menangis di rumah yang sepi,
Foto-fotomu jadi pelukan di malam hari.
Kami janji takkan melupakan senyummu,
Dan semangatmu yang selalu membara.
Maafkan kami tak bisa menyelamatkanmu...
Maafkan air yang terlalu kejam...
Tapi kami janji, Steven...
Kami akan jaga nama baikmu.
Kami akan hidup lebih baik seperti yang kau inginkan,
Di tiap langkah kami, namamu tetap jadi alasan.
Steven... sahabat terbaik...
Di langit kau pasti tersenyum sekarang.
Lihat kami yang saling berpelukan,
Menjadi lebih kuat karena kehilanganmu.
Steven... sahabat terbaik...
Air mata jatuh tapi hati kami teguh.
Kau bukan pergi, kau hanya mendahului,
Kami akan bertemu lagi suatu hari...
Tangkahan... kembalikan sahabat kami,
Meski hanya dalam mimpi...
Steven Arya...
Kami sayang kamu... selamanya.
Sahabat abadi...
Keluarga selamanya...Steven...Steven...
Kami rindu...
Selain itu, unggahan dari akun media sosial sekolah juga menampilkan wajah Steven bersama lagu tersebut sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama agar arwahnya tenang.
Ibunda Steven, Armina Dewi Siagian, mengapresiasi upaya sekolah dan pihak terkait yang turut berpartisipasi dalam momen ini. Ia menyebutkan bahwa anaknya yang dikenal ramah dan mandiri sejak usia muda, sangat bersemangat mengejar cita-citanya di perantauan.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama sekolah yang telah membuat lagu ini sebagai penghibur dan pengingat bahwa Steven tetap hidup dalam hati kami," jelas Armina.
Dalam proses prarekonstruksi yang dilakukan dari siang hingga sore hari, keluarga Steven menyampaikan adanya kejanggalan yang mereka temukan dari reka adegan proses identifikasi yang dilakukan di lokasi. Mereka mengungkapkan bahwa setiap momen direkam dengan ponsel keluarga untuk memastikan tidak ada informasi penting yang terlewatkan.
"Setiap rekaman kami lakukan untuk memastikan setiap detik proses identifikasi terdokumentasi dengan baik. Kejanggalan yang kami temukan tidak bisa kami ungkapkan secara terbuka, karena ini bagian dari langkah hukum selanjutnya. Kami ingin keadilan dan kejelasan atas kepergian Steven,"tegas keluarga melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Minggu (21/6).
Sayangnya Kapolsek Padang Tualang, M. Yassir Parinduri yang berada dilokasi enggan memberikan keterangan kepada media terkait Prarekonstruksi
""Jangan saya di wawancarai, dimintai keterangan kasusnya belum selesai, lebih bagus ke Humas Polres Langkat saja ya," kata Kapolsek di lokasi.
Selama proses yang melelahkan, lagu "Steven Arya" terdengar melalui ponsel di lokasi, memberi semangat dan kekuatan kepada keluarga serta pihak yang terlibat untuk membuka tabir kebenaran atas insiden yang menimpa Steven.
Masyarakat dan pihak keluarga berharap agar proses penyelidikan berjalan transparan dan mendapatkan kejelasan atas dugaan tenggelamnya Steven Arya Sitorus. Mereka juga berdoa agar arwah Steven diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga dapat menerima kenyataan ini dengan ikhlas.
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.