"Ada 64 kasus malaria yang terjadi di Langkat," kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Langkat Muhammad Ansari, di Stabat, Kamis.
Dari sejumlah kasus yang terjadi pada bulan Januari mencapai sepuluh kasus, katanya.
Sedangkan untuk bulan Februari 15 kasus, Maret Lima kasus, April Lima kasus, Mei Delapan kasus, Juni 19 kasus, Juli 13 kasus.
Sementara itu, ungkap Ansari untuk tahun 2010 jumlah kasus Demam Berdarah Degue (DBD) ini mencapai 707 kasus, yang terbanyak terjadi di bulan Oktober mencapai 118 kasus.
Untuk tahun 2011, ada 281 kasus DBD yang terjadi di Langkat, yang terbanyak kasusnya terjadi pada bulan Pebruari mencapai 37 kasus, katanya.
Ketika disinggung ada berapa jenis nyamuk malaria (Anopheles) yang terdapat hidup di Langkat, Ansari menjelaskan ada tiga jenis Anopheles, di antaranya Anopheles Sundaicus, dimana nyamuk tersebut hidupnya di daerah pesisir pantai.
Selain itu Anopheles Maculatus, nyamuk malaria yang hidupnya di daerah persawahan, dan Anopheles Balabacentis yaitu nyamuk malaria yang hidupnya di daerah perbukitan, atau hutan kecil.
Ansari juga menjelaskan, bahwa diharapkan masyarakat untuk terus berupaya menjaga kesehatannya dan lingkungannya agar selalu bersih, sehingga nyamuk-nyamuk tersebut tidak berkembang biak.
Terutama dengan cara mengubur, barang-barang yang bisa berkembang biaknya nyamuk, membersihkan selokan, parit ataupun got yang ada di sekitar kediaman kita, juga menguras bak-bak mandi.
Selain itu, kalau ada masyarakat yang terjangkit penyakit malaria ini, kiranya dapat segera membawa korban untuk dirawat di berbagai puskesmas terdekat yang ada di wilayah masing-masing.
Pihak puskesmas juga sudah diintruksikan untuk terus menerus memberikan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana hidup sehat, agar tidak terkena penyakit malaria ini, kata Ansari.***3***
(T.KR-IFZ/C/I.K. Sutika/I.K. Sutika)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.