"Ngeri harganya, sekarang tinggal Rp1.040 sekilonya," kata Cipto seorang petani kelapa sawit di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa.
Anjloknya harga bahan minyak mentah Crude Palm Oil (CPO) tersebut secara terus menerus diakui petani sangat mempengaruhi perekonomian mereka.
"Pastilah, sebab berpengaruh dengan biaya perawatan perkebunan dan kebutuhan sehari-hari. Belum lagi untuk pemupukan, ini sangat berpengaruh bagi kami petani," katanya.
Sementara, pemilik RAM Benny mengakui ketidak stabilan harga kelapa sawit belakangan ini, terlebih setelah hari besar Idul Fitri 1435 H tahun 2014. Namun dia masih membeli dari pengumpul Rp1.320 per kilogram.
Benny sendiri tidak mengetahui pasti penyebab turunnya harga tandan buah segar kelapa sawit itu serta penurunan harga juga kerap terjadi di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
"Kalau panen banyak, penjualan di pabrik juga menurunkan harga pembelian TBS. Padahal harga CPO belum tentu turun ditingkat internasional," ungkapnya. ***2***
(T.KR-JKG/C/Suparmono/Suparmono)
Pewarta: Joko Gunawan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.