Direktur Utama PT Inalum Winardi didampingi Sahala H Sijabat (Direktur Operasi), Harmon Yunaz (Direktur Pengembangan/Bisnis), Oggy Achmad Kosasih (Direktur keuangan) dan Carry Mumbunan (Direktur Umum dan SDM) dalam keterangannya di Medan, Minggu, mengemukakan keuntungan bersih Inalum 2013 sebesar 68.616.000 dolar AS naik 179 persen dibandingkan tahun sebelumnya 24.500.000 dolar AS.
Sedangkan pada tahun fiskal 2013 perusahaan yang sahamnya 100 persen kini dimiliki Indonesia itu, telah memproduksi 256.602 ton aluminium batangan (ingot).
"Pihak manajemen berkomitmen akan terus meningkatkan kinerja produksi hingga 500.000 ton pada 2019," ujarnya.
Winardi mengemukakan kendati musim kemarau panjang di daerah itu hingga kini khususnya level atau ketinggian air Danau Toba pada posisi 904,16 meter di atas permukaan laut, tetapi turbin PLTA Asahan yang dipergunakan untuk mengoperasikan tungku peleburan aluminium masih relatif berjalan normal.
Produksi aluminium akan terganggu jika permukaan air Danau Toba turun di bawah 903,1 meter di atas permukaan laut, karena daya listrik yang dihasilkan tidak mampu untuk menghidupkan semua tungku di pabrik peleburan," ujarnya.
Winardi yang dipercaya sebagai sebagai Direktur Utama yang pertama sejak Inalum beralih ke tangan Indonesia menegaskan bahwa Inalum adalah milik bangsa Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara.
Hingga saat ini, lanjutnya, perusahaan itu telah membantu tenaga listrik sebesar 90 MW untuk membantu mengatasi krisis listrik di daerah itu.
Inalum sejak masa konstruksi selalu berkomitmen menjali hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan terkait dan memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.
Kepeduliaan itu diwujudkan, antara lain membantu perbaikan mushalla, pesantren, anak yatim/piatu, bantuan safari Ramadhan ke-100 masjid, pembangunan sarana air bersih di Pematang Kawat, pembangunan tangkahan ikan nelayan di Medang Deras, bantuan 2.500 lembar seng untuk korban Gunung Sinabung dan lainnya. (S015)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.