Langkat, 15/6 (Antara) - Dinas Pertanian Kabupaten Langkat, mengungkapkan, tanaman kacang panjang yang dibudidayakan petani setempat di lahan seluas 79 hektare, kini memasuki masa panen dan siap dipasarkan.

"Ada sekitar 79 hektare tanaman kacanag panjang yang kini siap dipanen," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Yusfik Helmi, di Stabat, Minggu.

Ia menjelaskan, tanaman kacang panjang itu dikembangkan petani di Kecamatan Binjai, Stabat, Wampu, Padang Tualang dan Secanggang.

Komoditi kacang panjang tersebut siap memenuhi kebutuhan konsumen di sejumlah pasar tradisional, antara lain di Kecamatan Stabat, Tanjung Pura, Pangkalan Brandan dan Kuala.

Selain kacang panjang, lanjutnya, sejumlah petani Langkat juga bakal memasuki masa cabai rawit, di antaranya di kecamatan Bahorok.

"Mudah-mudahan panen ini juga dapat memenuhi kebutuhan pasar sehingga tidak terjadi lonjakan harga seperti yang dikhawatirkan banyak kalangan," ucapnya.

Yusfik menjelaskan tidak hanya kacang panjang, dan cabai rawit, cabai merah juga sudah panen seluas 61 hektare.

Berdasarkan hasil pantauan tim penyuluh pertanian Langkat di lapangan, beberapa komoditi hortikultura lain yang bakal memasuki masa panen menjelang bulan Ramadhan tahun ini.

Komiditi tersebut, antara lain tomat, terong, ketimun dan semangka.

Diakuinya, permintaan pasar terhadap sayur mayur dan buah semusim di Langkat sangat tinggi.

Bahkan, kata dia, komoditi pertanian Langkat selama beberapa bulan terakhir banyak dipesan oleh pedang dari Kota Binjai, menyusul tersendatnya pasakan dari sentra produksi di Kabupaten Karo. (KR-IFZ)

Editor: T. Nico Adrian

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026