Medan, 10/6 (Antara)- Pemadaman listrik di Kota Medan, Sumatera Utara semakin parah dengan rata-rata empat jam sehari dengan alasan PT.Perusahaan Listrik Negara atau PLN, PLTU Labuan Angin di Tapanuli Tengah, kembali mengalami kerusakan.

"Yah benar memang ada kerusakan lagi di PLTU Labuan Angin sejak hari Minggu (7/6) dan kini sedang dalam upaya perbaikan," kata General Manager Pembangkit PLN Sumut-Aceh Bernadus Sudarmata, di Medan, Selasa.

Dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Bernandus tidak merinci kerusakan yang terjadi di PLTU Labuan Angin itu.

Namun dia menegaskan, PLN berupaya terus memperbaikinya dengan harapan defisist listrik dampak kerusakan itu bisa teratasi dalam waktu dua pekan sehingga sebelum bulan puasa Ramadhan, arus listrik sudah kembali normal.

Kalau memungkinkan, kata dia, PLN untuk sementara akan membantu pasokan dari Aceh untuk menutupi kekurangan arus listrik di Sumut itu.

Bernandus menjelaksan, PLN Sumut-Aceh, membutuhkan 1.700 megawaat (MW) per harinya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kedua wilayah tersebut.

Kalau ada gangguan di salah satu pembangkit, seperti Labuan Angin, katanya, tentunya langsung berpengaruh pada pasokan yang masih masuk katagori pas-pasan.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik, mengaku sudah mempertanyakan ke PLN soal 'byar pet'nya terus listrik dan semakin kecewa karena mendapat jawaban tidak ada jaminan sampai kapan krisis listrik itu berakhir.

"Kondisi kelistrikan di Sumut yang terus krisis menunjukkan ketidakseriusan pemerintah. Jangan salahkan kalau rakyat juga tidak percaya dengan janji apapun dari pemerintah," katanya.

Apalagi, kata dia, kerusakan pembangkit itu terus terjadi berulang-ulang.

PLTU Labuan Angin yang memiliki dua mesin pembangkit listrik berkekuatan 2 x 115 MW tersebut sebelumnya mengalami kerusakan atau tidak beroperasi pada Januari 2014 lalu.

Kerusakan mesin pembangkit buatan Tiongkok itu kemudian bisa diperbaiki sementara, lalu kembali rusak.

Masyarakat sebenarnya sudah bisa menggugat pemerintah dalam hal terjadi krisis listrik.YLKI sedang mencari celah untuk bisa membawa tuntutan konsumen," katanya.***2***
(T.E016/B/Suparmono/Suparmono)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026