"Keluarnya izin HPL untuk kawasan Sei Mangkei itu tentunya menggembirakan karena akan semakin meyakinkan calon investor untuk berinvestasi di kawasan itu,"katanya di Medan, Rabu.
Dia mengatakan itu pada sambuatannya saat pembukaan Pekan Inovasi Sumatera Utara (Sumut0 ke-2 tahun 2014 yang digelar Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumut di Gedung Serbaguna, Medan.
Menurut dia, KEK Sei Mangkei merupakan salah satu daya tarik utama Sumut bagi investor di luar sumber daya alam dan sumber daya manusia yang juga dinilai berpotensi besar.
Daya tarik KEK Sei Mangkei yang cukup besar itu antara lain bisa dilihat dari dengan sudah berinvestasinya PT. Unilever Oleochemical Indonesia yang direncanakan beroperasi mulai Juni 2014 .
"Jadi meski Sumut masih mengalami krisis listrik dan termasuk gas, tetapi karena potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya cukup bagus dan masih besar, tetap saja dilirik sebagai tempat investasi,"katanya.
Untuk mengatasi krisis energi khususnya listrik, menurut dia, Pemerintah Provinsi Sumut harus bisa menggandeng swasta.
"Mengharapkan PLN memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat sudah pasti lama, jadi harus dicari solusi segera seperti menggandeng swasta. BKPM siap membantu proses perizinannnya,"katanya.
Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho mengaku gembira dengan akan keluarnya HPL KEK Sei Mangkei itu yang sudah lama ditunggu Pemerintah Provinsi Sumut dan calon investor.
"Dengan adanya HPL tentu investor semakin merasa aman untuk berinvestasi, meski selama ini dengan masih belum keluarnya HPL itu, sudah banyak perusahaan yang menyatakan berminat bahkan sudah ada yang berinvestasi seperti Unilever,"katanya.
Seperti diketahui, PTPN III sebagai perusahaan pengelola KEK Sei Mangkei telah mengajukan kembali HPL itu ke BPN Sumut 25 November 2013 dan 5 Desember 2013 dan BPN Simalungun sebagai wilayah beroperasinya KEK Sei Mangkei juga telah mengajukan permohonan ke BPN Sumut juga.
Menteri BUMN sendiri sudah menyampaikan persetujuan HGU menjadi HPL pada 19 Desember 2012.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut,Unilever membangun pabrik di KEK Sei Mangkei di atas lahan 27,39 hektare dengan investasi Rp1,4 triliun.
Setelah Unilever, ada beberapa industri lagi yang akan beroperasi di KEK Sei Mangkei yang menjadi salah satu proyek Masterplan Percepatan, Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia MP3EI.
Perusahaan yang akan beroperasi ada delapan perusahaan antara lain PT Sinergi Oleo Nusantara dengan investasi Rp3,86 triliun dan PT. Cipta Buana Utama Mandiri senilai Rp537 miliar.
Adapaun total areal lahan yang akan digunakan sembilan perusahaaan yang sudah menyampaikan Letter Of Inten mencapai 144,35 hektare.***2*** (T.E016/B/M. Taufik/M. Taufik) 21-05-2014 16:50:00
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.