Medan, 18/2 (Antara) - Yayasan Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) bekeja sama dengan Agency for Technical Cooperation and Development (ACTED) menyelenggarakan pelatihan penulisan "Feature" Pemilu bagi sejumlah jurnalis di Medan, Sumatera Utara, pada 17-21 Februari 2014.
"Program penguatan jurnalis dan masyarakat sipil untuk penegasan peran media massa dalam Pemilu 2014 ini, terselenggara atas dukungan dana dari Uni Eropa," kata Direktur Eksekutip KIPPAS, J.Anto di Medan, Selasa.
Pelatihan jurnalisme liputan pemilu tersebut, kata dia, diikuti 180 peserta dari berbagai media, baik cetak, online dan radio serta dibagi dalam 12 angkatan dengan agenda tentang pemantauan dan peliputan advokasi untuk kelompok pemilih marginal.
Saat ini, pelatihan dilaksanakan bagi angkatan ke empat,diikuti 14 peserta berbagai media dari sejumlah Kabupaten di Sumut, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para wartawan dimaksud mengenai proses, tahapan, potensi konflik dan sistem Pemilu.
Advokasi kelompok pemilih marginal masih jarang dilakukan, sebab isu yang banyak diberitakan media umumnya masih pada hal-hal yang bersifat umum tentang pelaksanaan pemilu dan informasi mengenai partai politik.
Padahal, menurut Anto, peran media massa dan jurnalis diharapkan bisa menyokong kelompok pemilih marginal seperti pemilih pemula, perempuan, kaum difabel, dan masyarakat marginal untuk mendapatkan haknya dalam proses menentukan pemimpin mereka.
Peran jurnalis, lanjutnya, sangat membutuhkan pemahaman yang baik, agar tidak sampai memberikan informasi dangkal kepada masyarakat, serta meminimalisir rasa apatis masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilu.
Sebagai penyedia informasi seputar pemilu, pendidikan politik perlu dilakukan. Apalagi, saat ini pemberitaan tentang pesta demokrasi di media massa terus meningkat menjelang pemilu 2014.
Anto menjelaskan, berbagai realita tentang kelompok pemilih marginal sangat menarik diberitakan dalam bentuk feature.
Jurnalis bisa menangkap dan mendeskripsikan apa yang dialami kaum marginal atau pun kegamangan para pemilih pemula.
Melalui feature, jurnalis bisa membangkitkan emosi publik dibandingkan hanya melalui penyajian berita yang lugas.
"Peserta akan berkompetisi serta membuat rencana liputan atau term of reference (ToR) dan liputan terbaik difasilitasi untuk melakukan kegiatan pendalaman melalui sejumlah dana yang disediakan panitia," katanya.(IN)
Pewarta: Imran Napitupulu:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.