Oleh Waristo

Simalungun, Sumut, 7/2 (Antara) - Sebagian besar bdan jalan raya di Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, saat ini dalam kondisi rusak parah sehingga menghambat mobilitas warga dan kelancaran arus lalu lintas kendaraan.

"Kondisi jalan rusak ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan hingga kini belum ada upaya perbaikan," kata Freddy Sinaga, warga Kelurahan Haranggaol, Jumat.

Ia menjelaskan, kondisi badan jalan yang sebagian besar lapisan aspalnya telah mengelupas tersebut turut menghambat mobilitas warga setempat, terutama petani yang hendak menjual hasil panennya ke wilayah perkotaan.

Untuk mengangkut hasil bumi, seperti cabai, kentang dan mangga ke luar daerah mereka harus menempuh perjalanan mendaki dan banyak kelokan.

"Jalan juga terlalu sempit, sehingga kalau berselisih dengan kendaraan roda empat harus hati-hati dan menyingkir ke bahu jalan," katanya.

Kondisi jalan yang rusak ini juga semakin memperburuk pendapatan masyarakat di emat desa di sekitarnya yang berpenduduk 1.348 kepala keluarga.

Dikatakannya, pengemudi angkutan umum yang melayani rute ke wilayah itu terpaksa menaikkan tarif bagi setiap penumpang.

Sementara harga jual hasil panen petani saat dipasarkan kepada pedagang pengumpul cenderung mengikuti situasi harga pasar.

"Kalau kami naikkan, agen pengumpul tidak mau membeli. Dari pada busuk terpaksa kami jual," kata Freddy.

Masyarakat di wilayah itu berharap Pemkab Simalungun memberikan perhatian dengan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan ke wilayah yang berada di pinggiran Danau Toba tersebut.

"Setiap mengadakan musyawarah rencana pembangunan di tingkat desa dan kecamatan, program perbaikan jalan selalu kami ajukan, tetapi sampai tahun 2013 belum ada perbaikan. Kami berharap dalam anggaran tahun 2014 ini dapat diakomodir," ujarnya. (KR-WRS)

Editor: T. Nico Adrian

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026