Medan, 7/12 (Antara) - Sebanyak 2.856 anak yang menjadi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, hingga saat ini tetap dapat belajar di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas, yang jaraknya cukup dekat dari lokasi posko pengungsian.

"Tak ada masalah dan tetap belajar seperti biasanya," kata Ketua Media Center Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung Karo, Jhonson Tarigan ketika dihubungi di Kabanahe, Sabtu.

Menurut dia, pelajar korban erupsi Gunung Sinabung itu belum memungkinkan untuk dapat kembali belajar di desanya masing-masing, karena tempat tinggal mereka umumnya berada pada radius lima kilometer dari gunung berapi tersebut.

Bahkan, jelasnya, ada beberapa desa di Kabupaten Karo direkomendasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk dikosongkan, berkaitan peningkatan status Gunung Sinabung dari level "Siaga" menjadi "Awas" terhitung mulai Minggu (24/11).

"Masyarakat yang bermukim dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk mengungsi ke tempat yang aman," ucap Jhonson.

Dia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Karo tetap memperhatikan pelajar di daerah tersebut agar jangan sampai mereka terganggu menimba ilmu.

Para pelajar tersebut saat ini umumnya mengikuti pelajaran di gedung SD,SMP dan SMA yang jaraknya relatif dekat dari Posko Penampungan di Kabanjahe.

"Ini adalah kebijakan dari Pemkab Karo yang dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan disampaikan kepada seluruh Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA yang ada di daerah tersebut," ujar Jhonson.

Data yang diperoleh, saat ini terdapat ratusan tempat belajar disediakan Pemkab Karo bagi anak pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.

Beberapa di antaranya di Centrum GBKP Kabanjahe, SD SMP/SMA GBKP Kabanjahe dan SD Xaverius 1, 2 dan 3 Kabanjahe.

Selain itu, di SMP RK 1, SMA RK 2, Gedung Nasional, SD Negeri 3, SMP/SMA GBKP, SD Masehi 4, SMP Bhayangkari, SMA 2, SD Inpres Simpang Katepul dan SMP/SMA Imanuel Kabanjahe. (M034)

Pewarta: Munawar Mandailing
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026