Medan, 6/12 (Antara) - Sisa jatah sapi potong impor Sumatera Utara (Sumut) dari Australia tinggal 10.000 ekor lagi dari 20.000 ekor alokasi daerah itu pada tahun ini.

"Sejauh ini, berdasarkan laporan perusahaan pemegang izin impor sapi potong impor dari Australia itu tidak ada masalah. Dari 20 ribu ekor jatah yang ditetapkan Pusat tahun lalu untuk tahun ini, sudah 50 persen yang masuk sehingga ada 10 ribu ekor lagi jatah hingga Desember 2013," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumut Tetty Erlina Lubis di Medan, Jumat.

Di Sumut ada empat perusahaan pemegang izin impor sapi potong Australia yakni dua perusahaan di Deliserdang, dan masing-masing satu perusahaan di Asahan dan Langkat.

Meski masih ada jatah sapi potong impor sebanyak 10 ribu ekor lagi, Tetty tidak bisa memastikan apakah semuanya itu akan dimasukkan ke Sumut hingga akhir tahun ini.

"Tidak bisa dipatikan karena tentunya tergantung keadaan atau kebutuhan di pasar. Yang pasti, pemerintah sudah mewanti-wanti agar pasokan daging sapi di Sumut tidak kekurangan," katanya.

Menurut dia, hingga kini stok daging sapi di Sumut diyakini cukup aman mengingat ada stok sapi yang bisa dipotong sebanyak 2.000 ribu ekor.

Stok itu jauh memadai, apalagi untuk Natal dan Tahun Baru yang dibutuhkan cenderung bukan sapi.

Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Mikael Budisatrio, mengatakan Pemerintah sedang berupaya keras menekan angka inflasi pada Desember ini untuk menekan besaran inflasi sepanjang tahun 2013.

"Kami akui sulit menekan inflasi pada akhir tahun ini karena ada Natal dan Tahun Baru. Tetapi upaya penekanan itu harus dilakukan antara lain dengan menjaga pasokan sesuai kebutuhan dan berjalan lancar," katanya.

Menurut dia, inflasi di posisi November yang secara year on year sebesar 10,78 persen sudah terlalu tinggi.***4***
(T.E016/B/I. Sulistyo/I. Sulistyo)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026