"Kita sudah menyebarkan masker buat warga di kecamatan Sei Bingei," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, Ansari di Stabat, Senin.
Ia menjelaskan, sebanyak 7.000 masker sudah didistribusikan kepada warga Sei Bingei, yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Tanah Karo.
Selain memberikan bantuan masker, pihaknya juga sudah mendirikan posko kesehatan di dua tempat yang ada di kecamatan Sei Bingei untuk mengantisipasi kesehatan bagi warga Sei Bingei maupun warga pengungsi yang datang dari Kabupaten Tanah Karo ke daerah itu.
" Posko kesehatan itu didirikan di Desa Telagah dan Namu Terasi," ujar Ansari.
Secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Hardianul Zally menyebutkan, sekarang ini ada sekitar 131 warga Kabupaten Karo yang mengungsi ke Langkat.
"Kita juga sudah persiapkan dan mendirikan posko untuk menampung para pengungsi yang datang dari Tanah Karo," katanya.
Terhadap pengungsi korban erupsi Sinabung, sejak Minggu (24/11) telah diberikan bantuan tanggap darurat, seperti 40 kotak mie instant, 10 kotak air mineral, makanan siap saji dan lauk pauk.
"Kita sudah berikan bantuan kepada para pengungsi dari Tanah Karo yang ada di Sei Bingei," katanya.
Selain itu juga, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan BPBD Sumatera Utara, untuk penanganan pengungsi pada tahap selanjutnya.
Hardianul juga mengingatkan warga Langkat untuk tidak panik terhadap merebaknya abu vulkanik Gunung Sinabung ke daerah itu, karena dianggap belum membahayakan bagi kesehatan.
"Jangan panik dan tetap tenang, itu hanya fenomena alam," kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daerah Langkat tersebut. (KR-IFZ)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.