Pandan, Sumut, 18/11 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kini terus mengembangkan buah durian dan kuini yang ditargetkan menjadi buah unggulan daerah setempat.

"Tapteng memiliki dua komoditas unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan, yakni Durian dan Kuini Barus," ujar Kabag Humas Pemkab Tapteng, Iwan Sinaga di Pandan, Senin.

Untuk mengembangkan tanaman itu, kata dia, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat kini tengah melakukan penelitian terhadap seluruh jenis buah durian dan Kuini yang ada di daerah tersebut.

Juru bicara Pemkab Tapteng itu menyebutkan, kedua komoditi dimaksud akan dijadikan sebagai unggulan khas yang diharapkan mampu memperkenalkan nama Tapteng sebagai penghasil buah berkualitas ke seluruh nusantara atau bahkan tingkat dunia.

Buah unggulan itu, lanjut dia, akan diberi nama "Durian Tapteng" dan "Kuini Barus", yang diperkirakan mampu menyamai popularitas Mangga Indramayu dan Salak Bali serta Rambutan dari Binjai.

Iwan menjelaskan, guna menghasilkan buah durian khas dengan kualitas terbaik, Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang telah memerintahkan seluruh Camat di wilayah tersebut untuk mengidentifikasi buah durian terbaik di kecamatannya masing-masing.

Nantinya, kata dia, seluruh buah durian ini akan diseleksi, dan varietas terbaik akan dijadikan sebagai benih unggul, dan jika memungkinkan dilakukan perkawinan silang antar jenis tanaman, guna memperoleh kualitas yang lebih baik dengan rasa baru yang khas.

Bibit dari hasil budidaya yang dilakukan, lanjut Iwan, akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang memiliki lahan, sehingga diperkirakan dalam lima tahun ke depan, Tapteng akan menjadi salah satu daerah penghasil durian terbesar Sumut atau bahkan di Indonesia.

Diakuinya, durian Tapteng memiliki rasa yang khas, namun budidayanya belum dikembangkan secara optimal, karena selama ini masyarakat masih mengharapkan durian yang tumbuh alami, dan tidak mencoba perkawinan silang.

"Jika penelitian dan pengembangan ini berhasil, kita merasa optimis durian Tapteng mampu berbicara di tingkat dunia," ujarnya.

Iwan mengatakan, Kuini Barus yang selama ini terkenal di Sumatera Utara sebagai salah satu kuini paling enak, juga akan dikembangkan pembudidayaanya, karena saat ini komoditas dimaksud sudah hampir punah.

Menurut dia, masyarakat tidak menganggap Kuini Barus sebagai salah satu komoditi pertanian unggulan, padahal aroma dan rasanya yang manis, tidak mengandung sejenis gas seperti yang terdapat pada buah serupa dari daerah lain.

Sayangnya, menurut Iwan, akibat kurangnya perhatian masyarakat, ditambah banyaknya tanaman kuini yang rusak akibat gempa Aceh dan Nias beberapa waktu lalu, saat ini kuini Barus hampir punah.

"Komoditi unggulan yang akan dikembangkan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tapteng," katanya. ***3*** Budi Suyanto
(T.KR-JRD/C/B. Suyanto/B. Suyanto)


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026