"Produksi padi memang harus ditingkatkan untuk menjaga ketahanan pangan. Kalau memang memerlukan kerja sama dengan perusahaan asing seperti China, mengapa tidak," kata Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat menerima jajaran Growth Steel Group--pengembang varietas padi unggul hibrida asal China di Medan, Kamis.
Ketua Proyek Growth Steel Group, Queen menyebutkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyosialisasikan bibit hibrida itu bahkan sudah memberikan bibit gratis kepada sejumlah petani dan hasil panen sudah terbukti bagus.
Namun, menurut dia, pengembangan padi hibrida memang perlu dukungan Pemerintah Provinsi Sumut karena selain masyarakat terus perlu pembinaan juga karena benihnya lebih mahal.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta dukungan karena hasilnya juga akan menguntungkan petani dan Pemerintah Provinsi Sumut.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Sumut, H.M.Roem, menyebutkan, untuk jenis padi non hibrida, dibutuhkan modal Rp12 juta per hektare dengan rata rata panen enam ton per hektare.
Kalau harga gabah Rp3.700 per kilogram, maka hasil panen menjadi Rp26 juta sehingga ada keuntungan Rp14 juta per sekali panen selama 115 hari.
Sementara kalau menggunakan hibrida, katanya, petani memang membutuhkan modal Rp16 juta.
Namun karena produksi bisa mencapai 10 ton per hektare, maka hasil panen bisa mencapai Rp37 juta sehingga keuntungan juga bertambah besar Rp21 juta.
Roem mengakui tanaman padi hibrida membutuhkan irigasi yang baik seperti di China yang produksinya bisa mencapai 15 ton per hektare.
Di Sumut, kata Roem, sejumlah daerah memiliki sawah dengan irigasi yang baik seperti di Simalungun seluas 45.300 hektare, Serdang Bedagai 35.000 hektare, Deliserdang 26.000 hektare, Toba Samosir dan Langkat 8.000 Ha.
"Jadi sebaiknya padi hibrida itu dikembangkan di kawasan itu," katanya. ***4***
(T.E016/B/Farochah/Farochah)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.