"Hampir setiap jam mobil angkutan umum antar provinsi dan truk melintasi jalan kampung akibatnya jalan rusak parah, aspal berkelupasan," ujar tokoh masyarakat, Ali Syafii Saragih, Senin, di Nagori Serapuh.
Ali mengatakan jalan kampung yang menghubungkan tujuh desa itu menjadi sarana transportasi alternatif pascaruntuhnya badan jalan jembatan di Nagori Pamatang Syahkuda.
"Sudah hampir dua tahun belum ada upaya perbaikan dari pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersebut, padahal sebagian jalan lintas Sumatera itu telah longsor," sebut Ali yang mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan sebelum putus total.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Simalungun Mixnon Andreas Simamora menyampaikan rusaknya jalan lintas Sumatera penghubung Kota Pematangsiantar dengan Kabupaten Batubara itu merupakan tanggungjawab dari Pemerintah Provinsi bukan wewenang Pemerintah Kabupaten.
Begitupun ujar Mixnon, Pemkab Simalungun telah melakukan upaya pendekatan dengan TNI dan mendirikan jembatan sementara bailley yang hanya bisa dilalui mobil kapasitas tujuh ton.
"Setidaknya upaya ini bisa mengurai kepadatan arus lintas yang melewati jalan-jalan desa," katanya.(KR-WRS)
Pewarta: Waristo:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.