"Pada Januari-Mei 2012, nilai ekspor golongan barang itu masih sebesar 1,651 miliar dolar AS, naiknya nilai ekspor golongan barang itu pada posisi Mei karena harga jual naik sedikit," kata Kepala Bidang Statistk Distribusi Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (Sumut), Hajizi, di Medan, Selasa.
Meski perolehan dari lemak dan minyak hewan/nabati naik, tetapi belum mampu meningkatkan hasil devisa secara total produk ekspor Sumut pada posisi Januari-Mei 2013.
Pada Januari-Mei 2012, nilai ekspor Sumut masih tertekan 5,44 persen atau 3,630 miliar dolar AS dari periode sama tahun lalu yang sudah mencapai 3,839 miliar dolar AS.
Masih melemahnya nilai devisa Sumut secara total itu, karena harga berbagai komoditas lainnya seperti karet masih tren rendah hingga mendekati dua dolar AS per kg.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, mengatakan, kenaikan harga CPO terlebih pada pengaruh faktor banyaknya permintaan.
Kalau dewasa ini harga CPO di kisaran 860 dolar AS per ton, maka ada prakiraan bisa naik menjadi 900 per ton.
"Tetapi tentunya itu semua tergantung kondisi pasar.Sulit memprediksi harga jual komoditas di tengah krisis keuangan global yang masih terjadi,"katanya.(E016)
Pewarta: Evalsa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.