Medan, 1/7 (Antara) - Inflasi di Sibolga, Sumatera Utara, yang sebesar 1,96 persen merupakan tertinggi se-Sumatera dan bahkan nasional.

"Seluruh kota IHK (indeks harga konsumen) di Sumatera yang sebanyak 16 kota mengalami inflasi, di mana tertinggi di Sibolga 1,96 persen dan terendah di Lhokseumawe 0,70 persen," kata Kabid Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Hajizi di Medan, Senin.

Bahkan secara nasionalpun, inflasi di Sibolga itu tercatat tertinggi dengan yang terendah di Gorontalo 0,11 persen.

Tingginya inflasi di Sibolga dan termasuk di kota IHK Sumut lainnya yakni Medan, Pematangsiantar, dan Padang Sidempuan, membuat inflasi Sumut pada Juni semakin tinggi atau sebesar 1,28 persen.

Sementara secara kumulaitif (bulan Juni 2013 terhadap Desember 2012), inflasi Sumut mencapai 4,87 persen dan "year on year" (Juni 2013 terhadap Juni 2012) mencapai 6,62 persen.

Naik dan tingginya inflasi di Sumut itu sendiri merupakan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus premiun dan harga bahan pangan lainnya seperti cabai.

Di Medan, misalnya, inflasi dipicu kenaikan harga premium sebesar 22,22 persen, cabai merah 24,60 persen, tarif angkutan kota 50 persen, harga daging ayam ras 9,68 persen dan telur ayam 5,07 persen.

"Pemerintah Provinsi dewasa ini sedang melakukan berbagai upaya agar harga berbagai barang tidak naik lagi menjelang Ramadhan guna menghindari lonjakan inflasi yang cukup besar,"kata Hajizi.

Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, pemerintah harus kerja keras untuk menekan lonjakan inflasi yang sulit dihindari menjelang Puasa Ramadhan dan Idul Fitri.

Apalagi, kata dia, penyebab utama kenaikan harga berbagai barang itu termasuk tarif angkutan yakni BBM sudah dinaikkan.

"Kenaikan harga diyakini sulit diredam.Yang bisa dilakukan adalah menekan agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan,"katanya.

Menurut Wahyu, hal yang harus dilakukan pemerintah adalah mengawal produksi, kelancaran distribusi dan mencegah aksi spekulasi pddagang yang memanfaatkan momen penting seperti banyaknya permintaan mendekati Puasa Ramadhan.

***3***
(T.E016/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026