Banjir yang melanda Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mulai surut. Namun, bencana tersebut menyisakan kerusakan infrastruktur dan tumpukan lumpur di sejumlah titik permukiman warga.

Satu unit jembatan darurat di Kampung Cemara, Desa Bandar Tarutung, dilaporkan amblas diterjang arus banjir pada Kamis (21/5). Jembatan sepanjang sekitar tujuh meter dengan lebar lima meter itu sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat pascabanjir bandang pada 25 November 2025 lalu.

Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, kepada ANTARA, Jumat (22/5), mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga yang sempat mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan material lumpur yang terbawa banjir.

“Jembatan darurat di Kampung Cemara amblas dihantam air bah akibat hujan deras yang melanda wilayah ini,” katanya.

Ia menjelaskan, akses menuju Desa Bandar Tarutung saat ini masih mengalami kendala karena sejumlah ruas jalan utama tertutup lumpur dengan ketebalan cukup tinggi.

“Selain jembatan putus di Cemara, lumpur yang menutupi ruas jalan lumayan tebal, ada yang mencapai satu meter seperti di Kampung Malako,” ujarnya.

Menurut Sulhan, Desa Bandar Tarutung kini menjadi kawasan yang rawan banjir sejak terjadinya banjir bandang beberapa bulan lalu. 

Tingginya sedimentasi di bantaran Sungai Batang Toru disebut menjadi salah satu penyebab utama sungai mudah meluap saat hujan turun.

“Jangankan berjam-jam, sebentar saja turun hujan lebat, permukaan Sungai Batang Toru cepat naik lalu meluap dan merendam permukiman warga,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi semakin parah setelah tanggul Sungai Batang Toru yang mengarah ke permukiman warga jebol dan membentuk aliran baru menyerupai anak sungai dengan lebar lebih dari 50 meter.

Pihak desa berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sedimentasi Sungai Batang Toru guna mencegah banjir terus berulang dan mengancam keselamatan warga.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026