Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Sumatera Utara (Gapkindo Sumut) mencatat ekspor karet alam di wilayah ini pada Februari 2026 mencapai 18.661 ton.
Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah mengatakan jumlah tersebut meningkat secara month to month dibandingkan Januari 2024.
"Volume ekspor Karet Sumut pada Februari 2026 meningkat 1,05 persen jika dibandingkan pada Januari 2026 yang mencapai 18.467 ton," ujar Edy Irwansyah dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Senin.
Meski meningkat secara MoM, Edy menjelaskan volume ekspor karet menurun jika dibandingkan secara year on year (Yoy) atau Februari 2025.
Edy menjelaskan volume ekspor karet pada Februari 2025 tercatat 20.659 ton atau menurun 9,67 persen.
"Meskipun terdapat kenaikan bulanan, capaian ini masih mencerminkan kondisi ekspor yang relatif stagnan dan jauh dari level normal historis yang dapat mencapai sekitar 42 ribu ton per bulan," kata dia.
Ia mengatakan kondisi itu menunjukkan bahwa pemulihan permintaan global terhadap karet alam masih berlangsung secara bertahap dan belum merata.
Selain itu, kata dua, faktor utama yang masih menekan kinerja ekspor antara lain adalah permintaan global yang belum pulih sepenuhnya, terutama dari industri otomotif dan manufaktur.
Lalu, adanya penundaan pengapalan akibat kendala jadwal kapal yang dipengaruhi oleh dinamika logistik global, termasuk gangguan jalur pelayaran di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.
"Di sisi lain, pasokan karet alam dari Sumatera Utara juga masih terbatas seiring dengan musim gugur daun (wintering) yang menyebabkan penurunan produksi di tingkat kebun," sebut dia.
Meski ekspor menurun, Edy menjelaskan harga karet pada Februari 2026 tercatat sebesar 193,76 sen AS per kilogram atau meningkat 9,49 sen pada Januari 2026.
Ia mengatakan kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari dinamika global, termasuk krisis energi yang mendorong kenaikan biaya produksi karet sintetis berbasis petrokimia sehingga meningkatkan daya tarik karet alam sebagai substitusi.
Dari sisi pasar tujuan, Edy mengatakan ekspor karet Sumatera Utara pada Februari 2026 masih didominasi oleh negara-negara utama seperti Jepang 30,05 persen, Amerika Serikat 22,95 persen, Chona 10,18 persen, Brasil 9,07 persen dan Korea Selatan 3,35 persen.
Sedangkan total ekspor karet Indonesia ke Kawasan Uni Eropa yakni Itali 2,6 persen, Jerman 2,2 persen, Perancis 2,1 persen, Spanyol 1,6 persen, Rumania 1,6 persen, Belgia 1,5 persen, Luksembrug 0,6 persenz Slovenia 0,6 persen, Polandia 0,4 persen, Bulgaria 0,2 persen dan Belanda 0,1 persen.
"Penguatan harga dan mulai munculnya permintaan dari pasar non-tradisional seperti Korea Selatan memberikan sinyal awal adanya potensi perbaikan pasar ke depan," ujarnya.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026