Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) meraih peringkat dua nasional dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan 2025 dan menjadi perguruan tinggi terbanyak di Sumatera dalam jumlah proposal yang lolos pendanaan.

Rektor UMSU Prof Agussani menyampaikan keberhasilan itu merupakan buah dari kerja keras yang terstruktur dan kolaboratif antara mahasiswa, dosen pembimbing, serta sistem pembinaan organisasi kemahasiswaan yang telah dibangun secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian luar biasa ini. Keberhasilan UMSU meraih peringkat kedua nasional dan menjadi yang terbaik di Sumatera dalam program PPK Ormawa 2025 merupakan bukti nyata dari konsistensi dan komitmen universitas dalam membina mahasiswa yang aktif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Ini adalah buah dari kolaborasi yang baik antara organisasi kemahasiswaan, dosen pembimbing, serta sistem pembinaan yang terus kami kembangkan,” katanya di Medan, Senin.

Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, UMSU berhasil meloloskan enam proposal PPK Ormawa yang diajukan oleh organisasi kemahasiswaan.

Capaian itu menempatkan UMSU di peringkat kedua secara nasional dari 145 perguruan tinggi yang proposalnya dinyatakan lolos, serta menjadikannya sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera yang berhasil meloloskan enam proposal sekaligus.

Keenam proposal tersebut tersebar di berbagai tema pemberdayaan masyarakat desa yang berbasis inovasi, pengembangan ekonomi sirkular, penerapan teknologi, serta upaya mitigasi perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.

Proposal yang diajukan mahasiswa UMSU dinilai memiliki kualitas unggul dan dampak strategis terhadap masyarakat desa, mencerminkan semangat kepedulian sosial dan kecakapan teknis mahasiswa dalam mengelola program pemberdayaan.

“Lebih membanggakan lagi, UMSU tidak hanya unggul di tahap seleksi, tetapi juga selalu berhasil menembus ajang nasional Abdidaya Ormawa. Setiap tahun, tim-tim mahasiswa UMSU selalu membawa pulang medali. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMSU bukan hanya hebat dalam perencanaan, tetapi juga dalam pelaksanaan dan pencapaian nyata di lapangan,” katanya.

Prestasi UMSU dalam PPK Ormawa bukanlah hal yang baru. Sejak enam tahun belakangan, UMSU secara konsisten tampil sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah proposal terbanyak yang lolos pendanaan.

Tidak hanya itu, UMSU juga dikenal sebagai kampus yang selalu berhasil masuk ke ajang nasional Abdidaya Ormawa, yang merupakan puncak penghargaan pelaksanaan program.

Ketua Student Research and Community Center (SRCC) UMSU, Dr. Fatimah Sari Siregar, yang mendampingi proses pendampingan mahasiswa sejak awal, menjelaskan bahwa seluruh tim mahasiswa yang lolos akan turun langsung ke desa-desa untuk menjalankan program mereka bersama dosen supervisor masing-masing.

Ia menyebutkan bahwa program itu akan berlangsung selama satu semester penuh sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Mereka akan menjalani proses pengabdian secara intensif di lokasi selama kurang lebih enam bulan. Dalam skema Kampus Berdampak setiap mahasiswa akan mendapatkan konversi hingga 20 SKS. Bahkan, jika mereka berhasil melaju ke ajang nasional Abdidaya, maka akan memperoleh kebijakan pembebasan tugas akhir atau skripsi. Ini menjadi insentif yang luar biasa bagi mahasiswa yang mampu menunjukkan dedikasi dan hasil nyata di lapangan,” katanya.

Pewarta: Juraidi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025