Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arif Mandu mengatakan, pagu jagung  impor untuk pakan di daerahnya ditetapkan sebanyak 8.220 ton oleh  pusat.

"Kami masih menunggu kedatangannya yang dipasok melalui Pelabuhan Belawan, Sumut" ujar Arif di Medan, Rabu.

Dia melanjutkan, jagung impor tersebut dijadwalkan tiba pada Desember 2023 atau selambat-lambatnya awal Januari 2024.

Begitu sampai di gudang-gudang Bulog Sumut, Arif Mandu memastikan pihaknya akan segera menyalurkannya ke peternak sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Namun, dia menyebut bahwa jagung tersebut akan disalurkan melalui asosiasi peternak.

"Nantinya jagung tersebut bisa didapatkan peternak dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram," tutur Arif.


Pada 11 Oktober 2023, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Bulog untuk mengimpor 500 ribu ton jagung pakan guna mengatasi defisit produksi pada kuartal IV 2023.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menuturkan rencana impor jagung pakan merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengatasi fluktuasi harga jagung pakan agar nilainya terjaga di tingkat petani. 

Pada 15 November 2023, sebanyak 20 ribu ton jagung pakan impor asal Vietnam tiba di Pelabuhan Terminal Teluk Lamong, Surabaya, yang menjadi kedatangan perdana dari total 250 ribu ton jagung impor untuk tahap pertama.

Itu merupakan kedatangan perdana dari penugasan tahap pertama tersebut. Adapun total penugasan yang diberikan kepada Bulog sebanyak 500 ribu ton.

Di Sumut, berdasarkan panel harga Bapanas, harga rata-rata jagung di tingkat peternak mencapai Rp6.470 per kilogram pada Rabu ini. Pada seminggu terakhir, harganya berada di rentang Rp6.300-Rp6.580 per kilogram.

Harga itu lebih tinggi dibandingkan harga acuan penjualan jagung di konsumen yang diatur pemerintah dalam Peraturan Bapanas Nomor 5 Tahun 2022 yakni Rp5.000 per kilogram.

Pewarta: Michael Siahaan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023