Pedagang pohon pinang di Medan meraup omzet Rp1 juta-Rp6 juta sehari seiring bertambahnya permintaan masyarakat akan tanaman tersebut menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 Indonesia pada 17 Agustus 2023.

"Rata-rata saya bisa menjual dua batang per hari dengan harga satuannya Rp500 ribu-Rp600 ribu," ujar Gunawan, yang pada tahun ini berjualan pinang mulai 1 Agustus 2023, di kawasan Medan Denai, Medan, Kamis.

Menurut pria yang sudah lebih dari 10 tahun berdagang pohon pinang untuk perayaan Hari Kemerdekaan itu, jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2022, kata Gunawan, ia bisa menjual 8-10 batang per harinya.

Adapun harga pohon pinang yang dijual Gunawan adalah Rp500 ribu untuk pohon setinggi maksimal 10 meter dan Rp600 ribu untuk yang tinggi 11 meter ke atas.

Bertolak belakang dengan Gunawan, pedagang pohon pinang lainnya di Medan bernama Samsul justru merasakan peningkatan penjualan dibandingkan tahun 2022.
"Tahun lalu, saya total menjual 300 batang pohon. Sekarang, masih tanggal 10 Agustus, sudah laku 315 batang," kata dia.

Per hari, Samsul mengaku bisa mendapatkan omzet sampai Rp6 juta dari penjualan 8-12 batang pohon pinang.

Dia pun yakin penjualan semakin tinggi ketika semakin mendekati 17 Agustus 2023.

"Mungkin puncaknya hari Minggu (13/8). Saya berharap mengumpulkan omzet hingga Rp10 juta sehari," tutur Samsul yang sudah 20 tahun berdagang batang pohon pinang untuk perayaan Hari Kemerdekaan.

Pohon-pohon pinang yang dijual di Medan berasal dari beberapa tempat di Kabupaten Deli Serdang seperti Kecamatan Sibiru-biru, Namorambe, Pantai Labu dan Bangun Purba.

Para pedagang itu menyebut bahwa mereka memerlukan waktu satu sampai dua jam untuk membentuk pohon pinang menjadi pohon yang digunakan untuk lomba panjat pinang pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
 

Pewarta: Michael Siahaan

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023