Dokter Gizi dr. Nurul Ratna Mutu Manikam MGizi, Sp.GK menyarakan untuk meminum air delapan gelas sehari dan tetap mengonsumsi sayuran untuk mencegah dehidrasi selama puasa Ramadhan. 

"Puasa rawan buat tubuh dehidrasi, akibatnya tenggorokan kering apalagi saat ini memasuki musim kemarau. Minum air delapan gelas per hari bantu atasi dehidrasi," katanya dalam acara dialog tentang cara menjaga asupan gizi bagi pasien kanker yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Nurul mengatakan dehidrasi terjadi kepada banyak orang selama berpuasa yang dapat dideteksi melalui urine yang dihasilkan pada saat buang air kecil lebih sedikit dan berwarna lebih gelap serta kulit lebih kering. 

Menurut dia kebutuhan tubuh terhadap asupan tidak berkurang meskipun berpuasa. Salah satunya adalah air, maka harus bisa menyiasati untuk tetap minum delapan gelas per hari agar tubuh idak kekurangan cairan.

Cara menyiasatinya dengan minum satu gelas air saat bangun tidur, satu gelas air saat selesai makan sahur, kemudian satu gelas air lagi di awal berbuka puasa sebelum menyantap makanan lain.

"Air putih dahulu satu gelas, baru minum manis atau makan takjil untuk berbuka, jangan langsung minum dan makan yang manis-manis," kata dr. Nurul.

Setelah itu dilanjutkan dengan minum satu gelas lagi setelah shalat maghrib, dan satu gelas lagi setelah makan malam baik sesudah ataupun sebelum tarawih, tambah dia.

Untuk melengkapi tiga gelas yang belum terjadwal, bisa disiasati dengan membawa botol minum ukuran 750-1000ml ketika shalat tarawih dan diminum di sela-sela shalat tarawih.

Menurutnya dengan demikian kebutuhan minum sebanyak delapan gelas per hari bisa terpenuhi meskipun akan mengakibatkan tubuh selalu ingin buang air kecil di malam hari, hal ini normal karena kita minum lebih banyak air pada malam hari.

Nurul mengatakan hal ini sama untuk seluruh orang, namun jumlahnya tetap harus disesuaikan bagi lansia dan orang yang memiliki gangguan ginjal.

Selain minum air, dr. Nurul juga menganjurkan untuk mengonsumsi sayur-mayur selama berpuasa karena semua jenis sayur itu baik.

"Semua sayur itu baik, semakin bervariasi sayur semakin baik karena berbeda warna kandungannya juga berbeda-beda," kata dr. Nurul.
 

Pewarta: Sean Filo Muhamad

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023