Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Edimin punya tekad dapat membangun Masjid Agung di masa kepemimpinannya. Sebagai bentuk keseriusan atas rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labusel sudah menyiapkan lahan seluas lima hektar. 

Di atas lahan seluas itu, Edimin mengaku bukan hanya Masjid Agung yang akan di bangun. Tapi sejumlah fasilitas umum lainnya. Menurut dia, sudah sepantasnya Labusel memiliki ikon sebuah masjid seperti di daerah lain. 

Untuk merealisasikan mimpinya itu, Edimin akan berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan yang ada di Labusel. 

Baca juga: Bupati Labusel silaturahmi ke Warkop Jurnalis Medan

"Hari ini saya ada pertemuan dengan pimpinan perusahaan-perusahaan yang ada di sana. Kita akan ajak berkolaborasi untuk membangun Labusel, ada lahan lima hektar saya ingin di bangun Masjid Agung, bisa juga bangun Polres dan sebagainya. Mereka bisa bantu dengan dana CSR perusahaan," kata Edimin saat bersilaturahmi ke Warkop Jurnalis Medan, Kamis (27/1). 

Dukungan berbagai pihak, menurutnya sangat dibutuhkan. Sebab, alokasi anggaran yang dimiliki Pemkab Labusel terbatas. 

Ketua Pemuda Pancasila Labusel itu juga tengah melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran. Edimin ingin anggaran Pemkab Labusel yang terbatas dapat digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. 

Pria keturunan Tionghoa itu mengaku saat ini dia tengah melakukan evaluasi terhadap jumlah honorer di Pemkab Labusel. 

Sebab, jumlah uang yang dikeluarkan setiap tahun untuk membayar gaji honorer mencapai Rp38 miliar. Padahal jumlah pendapatan asli daerah (PAD) hanya berkisar Rp36 miliar per tahun. 

"Itu sedang kita evaluasi jumlah tenaga honor, misalnya yang tidak pernah masuk bekerja atau malas tidak diperpanjang kontraknya dan sebagainya," ungkapnya. 

Pewarta: Andika Syahputra

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022