Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 11 produsen minyak goreng di daerah itu bersiap menggelar program pasar murah komoditas tersebut sesuai instruksi Presiden Joko Widodo melalui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

"Hasil rapat Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Sumut dan 11 produsen minyak goreng, Selasa, disepakati untuk menggelar pasar murah minyak goreng dalam waktu dekat,"ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut Barita Sihite di Medan, Selasa.

Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Perindag Sumut Aspan Sofyan, katanya, menyepakati penyelenggaraan Program Pasar Murah Minyak Goreng itu sesuai perintah Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo melalui Mendag Muhammad Lutfi.

"Jadwal dan besaran volume minyak goreng yang akan dilepas di pasar murah itu akan dibicarakan lebih lanjut sembari berkoordinasi dengan Kemendag," katanya.

Soal harga jual minyak goreng di pasar murah itu nantinya, ujar Barita, juga belum ditetapkan karena akan berkoordinasi dengan Kemendag.

Harapannya, kata dia, dengan pasar murah masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau serta bisa mendorong kestabilan harga jual salah satu produk kebutuhan utama masyarakat itu.

Batita menyebutkan harga minyak goreng sudah terlihat bergerak naik sejak Juli 2021 sejalan dengan mahalnya harga bahan baku produk tersebut yakni crude palm oil (CPO) di pasar internasional.

Namun, katanya, meski belum kembali ke harga normal, harga minyak goreng kemasan (merek Bimoli) di Sumut mulai turun.

Pada 11 Januari, harga rata-rata minyak goreng kemasan tinggal Rp20.224 per liter dari 10 Januari yang sebesar Rp20.264 per liter.

Sebaliknya, harga rata-rata minyak goreng curah semakin tinggi dari Rp18.646 menjadi Rp18.662 per liter.

Barita menjelaskan Pemprov Sumut, Polda Sumut, Kodam I BB bekerja sama dengan beberapa perusahaan produsen minyak goreng di Sumut sebenarnya, sudah mulai menggelar pasar murah sejak November hingga Desember 2021.

Pada November, total minyak goreng yang digelontorkan di pasar murah ada 30.000 liter dengan harga jual Rp15.000 per liter, sedangkan pada Desember 2021 ada 272.500 liter dengan harga Rp14.000 per liter.

"Kalau di total selama November dan Desember 2021 sudah ada 302.500 liter minyak goreng yang digelontorkan dengan harga terjangkau di 99 lokasi di 11 kabupaten/kota di Sumut," katanya.
 

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022