Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta masing-masing kepala daerah di 33 kabupaten/kota di daerah itu memastikan ketersediaan obat, vitamin dan suplemen bagi masyarakat, khususnya untuk terapi pasien COVID-19.
 
"Dalam tiga hari ke depan saya mau data tersebut, kebutuhan obat, vitamin dan lainnya," katanya saat rapat koordinasi penanganan lonjakan kasus COVID-19 dan pelaksanaan PPKM Level 4 dan Level 3 kabupaten/kota di Medan, Selasa (27/7).
 
Ia juga meminta agar masing-masing kepala daerah memastikan ketersediaan stok tabung oksigen untuk kebutuhan medis, karena dalam beberapa pekan yang lalu sempat menipis.

Baca juga: 220.000 usaha mikro di Sumut gunakan QRIS
 
"Perintahkan dengan benar kepala dinas kesehatan mengetahui pasti kalau oksigen tidak dapat ditunda. Pada saat rakyat membutuhkan oksigen, saat itu juga harus mendapatkan bantuan oksigen," ujarnya.
 
Selain itu, ia menginstruksikan agar posko-posko kesehatan di masing-masing daerah difungsikan secara aktif, dengan diawaki oleh kepala dinas kesehatan di daerah tersebut.
 
Untuk penanganan kesehatan, Gubernur Sumut menyebut masing-masing daerah dapat menggunakan delapan persen dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
 
Namun, apabila anggaran tersebut tidak mencukupi untuk penanganan kesehatan, maka akan ditanggung oleh Pemrov Sumut.
 
"Untuk itu benar-benar ada komunikasi secara ketat. Satgas di kabupaten dengan satgas di provinsi, sehingga kita bisa memberikan bantuan," katanya.

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021