Sejak virus Corona Virus Disease (Covid-19) ditetapkan sebagai virus pandemi mengakibatkan permintaan pangsa pasar terhadap kopi Mandailing mengalami penurunan.

Penurunan permintaan kopi ini salah satunya dialami oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Kopi Mandailing Jaya di Desa Alahan Kae Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal.

Manager Koperasi Serba Usaha (KSU) Kopi Mandailing Jaya, Zulham Riadi Lubis yang didampingi Sekretaris Idris Sandi Matondang kepada ANTARA, Senin (23/03) menyampaikan, penurunan permintaan terhadap Banamon Mandheling Coffee ini mencapai 50 persen.

Baca juga: Cegah penyebaran Corona, Satpol PP dan Diskominfo razia warnet

"Turunnya permintaan terhadap kopi ini membuat stok di gudang kita menumpuk," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum virus Corona ini mewabah, permintaan pangsa pasar terhadap Banamon Coffee baik dalam bentuk greenbean dan rostbean normal, namun sekarang permintaan terhadap kopi ini mengalami penurunan.

Baca juga: KPU Madina - BP JAMSOSTEK kerjasama lindungi penyelenggara Pilkada 2020

"Permintaan terhadap Banamon Coffee mengalami penurunan, ketika kita tanya para pemilik kafe mereka beralasan bahwa pengunjung kafe sunyi," sebutnya.

Menumpuknya stok kopi ini juga disebabkan oleh pengepul kopi yang menurunkan harga serta adanya beberapa pengepul yang menghentikan pembelian kopi.

Meskipun permintaan pangsa pasar terhadap kopi ini mengalami penurunan pihaknya selaku KSU Kopi Mandailing Jaya tetap menghimbau kepada anggota untuk tetap memanen kopinya sehingga tidak rusak.

"Kita himbau kepada para anggota dan masyarakat sekitar untuk tetap memanen kopinya agar pohon kopi tidak rusak," ujarnya.

Pewarta: Holik

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020