Masyarakat di Kota Padangsidimpuan diminta harus harus cerdas dan mulai memperkaya literasi keuangan agar tidak terjebak menjadi korban penipuan investasi bodong. 

"Banyaknya kejadian investasi bodong mendorong kami terus menggiatkan diskusi bersama kawula muda di Kota Padangsidimpuan," kata Ketua HIPMI Kota Padangsidimpuan Muhammad Iqbal Harahap, Senin.

Ia mengatakan umumnya investasi bodong dan ilegal itu dapat dilihat dari karakteristik penawarannya. Ada empat poin yang sering mereka tonjolkan.

Menjanjikan keuntungan yang stabil, tidak wajar dalam waktu cepat dan klaim tanpa risiko. 

Untuk tu, kata dia, pihaknya mengajak masyarakat sebelum berinvestasi untuk terlebih dahulu teliti pada produk yang ditawarkan dan memahami proses bisnis yang ditawarkan. Serta bagaimana hak dan kewajiban investor itu sendiri.

Selain berbicara investasi bodong dalam diskusi itu, ini, pihaknya juga akan mengadakan pelatihan kewirausahaan bidang perkopian dari hilir hingga hulunya. 

Bersama dengan Sholi Pohan, pemilik Angkola Kopi Sipirok (AKS) yang juga telah mematenkan sejumlah nama kopi di Indonesia.  
Pelatihan ini akan terbuka secara umum, namun waktu dan tempat selanjutnya belum ditetapkan.
 

Pewarta: Khairul Arief

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019