Ustad Maheer At-Thauwailibi menyampaikan tausiah pada tabligh akbar dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan bekerja sama dengan BKPRMI dan PC Muslimat NU di Lapangan SB3, Kotapinang, Rabu.

Dalam kesempatan itu, Ustad Maheer menyampaikan tausiah sebelum Ustad Abdul Somad, menyampaikan cermah tentang hikmah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia mengatakan, maulidan tidak bid’ah. Menurutnya, peringatan tersebut penting untuk mengambil hikmah dan keteladanan dari kelahiran Rasulullah.

Maheer merasa miris, karena dalam bulan maulid  ini ada pernyataan yang cukup menyakiti umat. Menurutnya, ada orang yang membandingkan Rasulullah dengan Ir. Soekarno, sehingga menistakan.

Pernyataan itu dilontarkan pada bulan Maulid, disaat umat Islam sedang senang-senangnya terhadap kelahiran nabi. 

Dijelaskan, Nabi Muhammad memiliki empat tabiat yang harus ada pada diri ulama, umaro, dan umat. Menurutnya, itulah hikmah memperingati maulid nabi.

Keempat tabiat itu kata dia yakni, Siddiq atau jujur perkataan dan perbuatan. Menurutnya, selama 40 tahun Rasulullah dijuluki orang yang terpercaya oleh orang-orang Arab.

Kemudian kata dia Amanah, pemimpin yang tidak amanah akan dilaknat Allah. Selanjutnya sambung dia, Tabligh, aspiratif atau penyampai yakni, pemimpin itu harus aspiratif. “Terakhir adalah Fatonah atau cerdas. Memilih pemimpin itu harus yang cerdas,” ujarnya.

Sebelumnya Bupati, Wildan Aswan Tanjung berterima kasih atas kesediaan Ustad Maher dan UAS menghadiri tabligh akbar itu. Dia berharap, kehadiran kedua ulama besar itu dapat mengobati kerinduan umat, khususnya warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
 

Pewarta: Kurnia Hamdani

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019