Perum Bulog meluncurkan beras fortifikasi, yakni inovasi beras sehat yang diperkaya dengan vitamin dan mineral guna mendukung program Pemerintah melalui peningkatan akses pangan bergizi pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan beras bermerek Forti-Vit ini mengandung berbagai vitamin terdiri dari vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B9 (Asam Folat), vitamin B12, Zat Besi (Iron) dan Zink. Pelaksanaan penyediaan beras berfortifikasi ini bekerja sama dengan salah satu perusahaan penyedia kernel fortifikan.

"Beras itu diolah kembali, diproses ulang, sampai dia bersih semua, terus dicampur vitamin-vitamin itu baru dikemas. Makanya kita masak beras ini tidak perlu dicuci. Tadi kami lakukan demo," kata Budi Waseso atau akrab disapa Buwas pada peluncuran Beras Fortifikasi di Kantor Perum Bulog Jakarta, Jumat.

Buwas menjelaskan beras fortifikasi ini untuk mendukung program Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting periode tahun 2018-2024, melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Ada pun beras fortifikasi dengan kategori premium dijual Rp20.000 per kilogram, sementara beras medium fortifikasi seharga Rp12.000 per kg. Beras fortifikasi medium nantinya juga akan disalurkan kepada penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Kami siapkan masyarakat silakan memilih, kami tidak bisa paksakan masyarakat. Kalau dia mau pilih beras yang Rp8.600 per kilogram atau medium yang tidak pakai vitamin, tidak apa-apa. Tapi pelan-pelan kami sampaikan kepada masyarakat harus konsumsi beras berkualitas," kata Buwas.

Secara teknis, memproduksi beras fortifikasi bukan hal baru bagi Bulog. Pada tahun 2014, Bulog dilibatkan dalam pengembangan pilot project Fortifikasi Beras Bagi Keluarga Miskin, melalui kerja sama Pemerintah dengan Asian development Bank (ADB) menggunakan dana Hibah Japan Fund for Poverty Reduction (JFPR).

Perum BULOG terlibat aktif dalam kerja sama tersebut khususnya dalam bidang produksi dan distribusi Raskin fortifikasi. Pada saat itu, kandungan vitamin dan mineral yang ditambahkan dalam beras Raskin sebagai upaya untuk mengurangi dampak anemia bagi masyarakat berpendapatan rendah terutama bagi ibu hamil, menyusui dan anak balita.

Hasil acceptance trial" terhadap beras fortifikasi oleh SEAFAST Center, Institut Pertanian Bogor menunjukkan bahwa beras fortifikasi dapat diterima dengan baik oleh konsumen karena tidak mengubah warna, rasa, dan bau dari beras biasanya.

Komposisi dan level fortifikasi dalam 100 gram Raskin tahun 2014 mencakup Zat Besi (8 mg), Asam Folat (20 µg), Vitamin B1 (0,64 mg), Vitamin B12 (1,0 µg), Niasin (6 mg) dan Zinc (3 mg).
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019