Panyabungan (Antaranews Sumut) - Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Mandailing Natal dalam dua bulan belakangan ini selain mengakibatkan banjir dan longsor juga telah merusak ribuan hektar tanaman padi, disamping juga merusak irigasi tersier di 23 kecamatan di daerah itu. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal, Taufik Zulhandra Ritonga kepada Antara, Kamis (15/11), menyampaikan, cuaca buruk sejak Oktober 2018 telah merusak dan membuat seluas 2.776,65 hektar padi sawah dan padi gogo mengalami puso.

"Selain itu dampak banjir ini juga berdampak pada tanaman palawija, holtikultura, saluran irigasi dan jalan usaha tani," katanya. 

Untuk tanaman palawija dan holtikultura ada seluas 4.038,10 hektar lahan warga yang terkena dampak banjir. 

Akibat dampak bencana alam terhadap sektor pertanian ini ia berharap Gubernur Sumatera Utara dapat memberikan cadangan benih nasional untuk membantu tanaman masyarakat yang rusak. 

Selain itu, dia juga memohonkan agar kerusakan atas bencana ini dimasukkan kepada program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP).

Pewarta: Holik

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018