Medan, 7/4 (Antarasumut) - PT Inalum (Persero) meraih 2 penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah TOP CSR 2017 yang digelar di Balai Kartini Jakarta (5/4/2017) lalu. 

Adapun penghargaan yang diraih yaitu untuk kategori TOP Leader on CSR Commitment dan Top CSR Improvement. Hal tersebut menunjukkan tingginya komitmen Inalum dalam melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Untuk kategori Top Leader on CSR Commitment, penghargaan diterima oleh  Corporate Secretary, Ricky Gunawan yang mewakili Direktur Utama Inalum, Winardi. Adapun Top CSR Improvement Award diterima oleh Manager Pemberdayaan Masyarakat Inalum, Susyam Widodo. 

Sebelum penyerahan penghargaan, Ketua Dewan Juri Top CSR 2017 yang juga ketua KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance), Mas Achmad Daniri menyayangkan bahwa saat ini masih ada perusahaan yang menganut paradigma lama terkait CSR. 

“Manajemen masih menganggap kegiatan CSR sekadar donasi kepada masyarakat yang tidak bermanfaat langsung ke perusahaan." 

"Selain itu,  praktik CSR masih dalam batas community involvement and development (CID), yang ditujukan untuk memeroleh dukungan komunitas sekitar,” cetusnya. 
Tambahnya lagi, program CSR yang dijalankan terlalu beragam dan kurang fokus.

Dalam kesempatan terpisah, Dirut Winardi secara khusus meyampaikan penghargaannya kepada jajaran di Inalum yang telah bekerja keras sehingga dengan penyaluran CSR ini maka  tumbuh kepercayaan masyarakat. 

Juga terciptanya lingkungan yang sehat, meningkatkan reputasi perusahaan, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. 

”Yang terpenting, apresiasi ini menunjukkan bahwa INALUM memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan sosial dan lingkungan yang sejalan dengan visi perusahaan,” tegasnya.

Ajang yang digagas oleh majalah Business News Indonesia dan mengusung tema “Aligning CSR To Business Strategy” ini diikuti oleh sekitar 117 perusahaan terkemuka dari berbagai bidang usaha. 

Untuk penjurian, selain melibatkan pakar dan konsultan CSR, juga menghadirkan  asosiasi bisnis dan konsultan, termasuk dari pasar modal dan lembaga pembiayaan. 

Disadari bahwa setiap biaya CSR yang dikeluarkan, harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pemegang saham sebagai upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan. Jika CSR selaras dengan strategi bisnis, maka CSR bukan lagi sebagai beban, namun justru menjadi kebutuhan perusahaan.

CSR yang dijalankan Inalum selama ini konsisten dan sejalan dengan kelangsungan hidup perusahaan yang sangat tergantung dengan ketersediaan air Danau Toba. Salah satu program yang besar dan sejalan dengan strategi bisnis perusahaan di tahun 2016 adalah program penanaman pohon di kawasan sekitar Danau Toba. 

Program ini bertujuan untuk mengurangi luas hutan yang kritis dan meningkatkan kelestarian ekosistem di kawasan Danau Toba, meningkatkan penyerapan karbon, serta membantu pendapatan masyarakat sekitar. 

Program ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat sekitar, dan dilaksanakan di kabupaten Toba Samosir, Simalungun, Samosir, Humbang Hasundutan,  Dairi, dan Karodengan total bibit sebanyak 23.945 bibit pohon keras dan tanaman berbuah yang bekerja sama dengan LSM setempat. 

Selain itu, juga dilakukan Program pembibitan pohon buah-buahan (produktif) di Kabupaten Simalungun bekerja sama dengan Generation of Action (GOA) sebanyak 25.000 bibit. 

Untuk diketahui, Inalum memiliki program-program pengembangan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi sosial masyarakat melalui pemanfaatan dana BUMN atau disebut dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). 

Realisasi dana PKBL pada tahun 2016 mencapai Rp39,3 miliar atau meningkat drastis bila dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp21,7 miliar.

Selain melaksanakan PKBL, Inalum juga melaksanakan Program-program Tanggung Jawab Sosial dan lingkungan dalam bentuk program-program lain yang tidak dicakup dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. 

Beberapa program antara lain dukungan terhadap budaya lokal, program peningkatan kapasitas pemuda sekitar Perseroan serta kegiatan olahraga. Sumber dana kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan di luar kegiatan PKBL adalah bersumber dari dana CSR. 

Pewarta: juraidi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2017