Padangsidimpuan 5/8 (Antarasumut)- Limbah air dan udara dari PT Virco, Silandit kota Padangsidimpuan cemari kebun warga tepat di belakang pembuangan Pabrik tersebut.
Berdasar amatan wartawan di lokasi, terlihat sejumlah tanaman Holtikultura jenis Terong rusak yang diakibatkan penceran air dan udara dari Pabrik pengolahan getah karet tersebut.
Sementara Arief Nasution, Alumnis Mahasiwa Pertanian tersebut, menerangakan, tanaman terong punya warga tersebut rusak diakibatkan karena penceran udara dan air limbah dari hasil produksi getah karet milik PT Virco tersebut.
Sementara itu, terkait pencemaran lingkungan melalui Kabid Pencemaran Lingkungan BLH Pemko Padangsidimpuan Aspada Hasibuan ketika dihubungi awak media, Kamis lalu, menjelaskan, saya sedang dilapangan, akan kita chek kebenaran tersebut terhadap kebun warga yang rusak karena limbah pabrik itu.
Tidah hanya itu, Kabid Sarana dan Holtikultura Fatmawati Siregar enggan berkomentar banyak, jika memang tanaman rusak akibat limbah maka harus kita chek kondisi kesuburan tanahnya, tapi coba konfirmasi juga ke Badan Ketahanan Pangan (Ketapang), saya tidak menjelaskan lebih karena sedang di Medan ucapnya di ujung seluler.
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016
Berdasar amatan wartawan di lokasi, terlihat sejumlah tanaman Holtikultura jenis Terong rusak yang diakibatkan penceran air dan udara dari Pabrik pengolahan getah karet tersebut.
Sementara Arief Nasution, Alumnis Mahasiwa Pertanian tersebut, menerangakan, tanaman terong punya warga tersebut rusak diakibatkan karena penceran udara dan air limbah dari hasil produksi getah karet milik PT Virco tersebut.
Sementara itu, terkait pencemaran lingkungan melalui Kabid Pencemaran Lingkungan BLH Pemko Padangsidimpuan Aspada Hasibuan ketika dihubungi awak media, Kamis lalu, menjelaskan, saya sedang dilapangan, akan kita chek kebenaran tersebut terhadap kebun warga yang rusak karena limbah pabrik itu.
Tidah hanya itu, Kabid Sarana dan Holtikultura Fatmawati Siregar enggan berkomentar banyak, jika memang tanaman rusak akibat limbah maka harus kita chek kondisi kesuburan tanahnya, tapi coba konfirmasi juga ke Badan Ketahanan Pangan (Ketapang), saya tidak menjelaskan lebih karena sedang di Medan ucapnya di ujung seluler.
Editor : Fai
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016