Nias, 2/3 (Antarasumut) - Operasi Simpatik Toba 2016 digelar selama 21 hari, atau tanggal 1 Maret – 21 Maret 2016 di wilayah hukum Polisi Resor Nias. Pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2016 digelar akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH ketika membaca amanat Kapolda Sumatera Utara pada upacara gelar pasukan Operasi Simpatik Toba 2016 di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli.

Pada upacara yang dihadiri Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH dan Dandim 0213/Nias Letkol.Inf.Luhut B Sidabariba, Kapolres Nias memberitahu jika permasalahan lalu lintas sangat kompleks akibat tingginya angka kecelakaan yang disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

Masyarakat juga kurang memahami rambu rambu lalu lintas, sementara rasio jumlah kendaraan setiap hari semakin bertambah, dan tidak sebanding dengan kondisi jalan yang saat ini ada.

Sesuai data dari Polda Sumatera Utara, pada tahun 2015 kecelakaan lalu lintas di jajaran Polda Sumut mencapai 5.613 kasus. 
Dari 5.613 kasus kecelakaan, sebanyak 1.753 korban meninggal dunia, 2.393 korban luka berat, dan 5.892 korban luka ringan.

Pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2016 yang digelar selama 21 hari, sasarannya adalah mengoptimalkan penerapan kasawan tertib  lalu lintas. 

Tujuannya, menciptakan lokasi penggal jalan dalam rangka meningkatkan Kamseltibcarlantas.

Tidak lupa dalam amanat yang dibaca Kapolres Nias, Kapolda Sumut berharap pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2016 dapat melakukan terobosan kreatif dengan berbagai pendekatan dan lebih mengedepankan persuasif.

Seluruh personil yang melaksanakan operasi diminta untuk menjauhi sifat arogansi serta  menghindari tindakan-tindakan yang dapat menurunkan citra Polri di tengah-tengah masyarakat.

Pewarta: Irwanto Hulu

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016