Medan, 21/8 (Antara) - Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas II-A Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara yang sudah diamankan hingga Rabu (21/8) pukul 14.00 WIB, sebanyak 39 orang dari 84 jumlah melarikan diri saat terjadinya kerusuhan.
Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Amran Silalahi ketika dihubungi di Medan, Rabu, mengatakan tahanan yang belum ditemukan dan masih buron sebanyak 45 orang lagi.
Oleh karena itu, menurut dia, aparat kepolisian yang bekerja sama dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku terus mencari hingga dapat warga binaan tersebut.
"Narapidana (Napi) maupun tahanan yang belum tertangkap itu, masih dicari dan bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka segera melaporkan ke Polsek, Polresta dan Lapas untuk diamankan," ucap Amran.
Dia menjelaskan, sebelumnya dilaporkan bahwa napi Lapas Labuhan Ruku yang kabur saat terjadinya pembakaran Minggu (18/8) sore sebanyak 30 orang.
Namun, setelah kembali didata ulang, napi dan tahanan yang melarikan diri tersebut tercatat sebanyak 84 orang dan bertambah dari jumlah sebelumnya 30 orang.
"Bertambahnya jumlah napi yang kabur, setelah dihitung oleh petugas Lapas Labuhan Ruku, staf Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut, dan petugas kepolisian," kata Amran.
Sebelumnya, puluhan napi yang melarikan diri dengan cara melompat dari dinding pembatas gedung Lapas Labuhan Ruku.
Dinding pembatas Lapas tersebut, hanya mencapai ketinggian 2,80 meter.
Data yang diperoleh menyebutkan, Lapas Klas II- A Labuhan Ruku hanya mampu menampung sebanyak 251 napi, namun saat ini dihuni 876 warga binaan, terjadi kelebihan.***2***
Riza Fahriza
(T.M034/B/R. Fahriza/R. Fahriza)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Amran Silalahi ketika dihubungi di Medan, Rabu, mengatakan tahanan yang belum ditemukan dan masih buron sebanyak 45 orang lagi.
Oleh karena itu, menurut dia, aparat kepolisian yang bekerja sama dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku terus mencari hingga dapat warga binaan tersebut.
"Narapidana (Napi) maupun tahanan yang belum tertangkap itu, masih dicari dan bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka segera melaporkan ke Polsek, Polresta dan Lapas untuk diamankan," ucap Amran.
Dia menjelaskan, sebelumnya dilaporkan bahwa napi Lapas Labuhan Ruku yang kabur saat terjadinya pembakaran Minggu (18/8) sore sebanyak 30 orang.
Namun, setelah kembali didata ulang, napi dan tahanan yang melarikan diri tersebut tercatat sebanyak 84 orang dan bertambah dari jumlah sebelumnya 30 orang.
"Bertambahnya jumlah napi yang kabur, setelah dihitung oleh petugas Lapas Labuhan Ruku, staf Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut, dan petugas kepolisian," kata Amran.
Sebelumnya, puluhan napi yang melarikan diri dengan cara melompat dari dinding pembatas gedung Lapas Labuhan Ruku.
Dinding pembatas Lapas tersebut, hanya mencapai ketinggian 2,80 meter.
Data yang diperoleh menyebutkan, Lapas Klas II- A Labuhan Ruku hanya mampu menampung sebanyak 251 napi, namun saat ini dihuni 876 warga binaan, terjadi kelebihan.***2***
Riza Fahriza
(T.M034/B/R. Fahriza/R. Fahriza)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013