Langkat, Sumut, 18/7 (Antara) - Rumah tahanan negara kelas II B Tanjungpura Kabupaten Langkat Sumatera Utara saat ini "over kapasitas" karena diisi 444 tahanan, dari daya tampung 180 orang.
"Jelas kelebihan kapasitas rumah tahanan Tanungpura ini," kata Kepala rumah tahanan negara kelas II B Tanjungpura Jayanta Peranginangin di Tanjungpura, Kamis.
Permasalahan rumah tahanan negara maupun lembaga pemasyarakatan sekarang ini tak lain semua karena "over kapasitas", katanya.
Sebenarnya daya tampung maksimal di rutan Tanjungpura tersebut hanya sekitar 180 orang saja, namun banyaknya kasus yang terjadi di Langkat ini mengakibatkan jumlah tahanan terus bertambah hingga 444 orang sekarang ini.
Sementara kamar yang ada hanya 23 kamar saja, dimana tiga kamar ditempati warga binaan wanita dan selebihnya warga binaan pria, katanya.
"Tentu 'over' kapasitas ini menyebabkan warga binaan yang ada berdesak-desakkan di dalamnya, yang seharusnya dihuni 10 orang warga binaaan per kamar, kinin harus dihuni 28 warga binaan per kamarnya," ungkap Jayanta.
Jayanta mengungkapkan untuk mengantisipasi bebagai hal di rutan Tanjungpura yang mengarah kepada yang negatif, pihaknya melakukan pendekatan dengan berdialog, serta berbagai cara lainnya.
"Ini dilakukan agar warga binaan yang ada di rutan tersebut merasa nyaman," ungkapnya.
Menyangkut dengan kejadian yang terjadi baru-baru ini di lembaga pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, Jayanta mengungkapkan bahwa kewaspadaan terus dilakukan, tapi pendekatan dengan warga binaan juga dilakukan agar tidak kaku.
Secara terpisah Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan rutan Tanjungpura Iriadi mengatakan berbagai pendekatan terhadap tahanan tetap dilakukan, malah berbagai kegiatan juga dilakukan termasuk bulan ramadhan.
"Ini dilakukan semata-mata agar terjadi interaksi yang positip antara petugas yang ada di rutan dengan warga binaan, sehingga dapat terhindarkan upaya negatip yang mau muncul," katanya.
Iriadi mengungkapkan kita akan berupaya melakukan pembinaan sehingga diharapkan tidak terjadi pristiwa seperti ditempat lain, itu yang skarang terus kita lakukan.***2***
(T.KR-IFZ/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei)
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013
"Jelas kelebihan kapasitas rumah tahanan Tanungpura ini," kata Kepala rumah tahanan negara kelas II B Tanjungpura Jayanta Peranginangin di Tanjungpura, Kamis.
Permasalahan rumah tahanan negara maupun lembaga pemasyarakatan sekarang ini tak lain semua karena "over kapasitas", katanya.
Sebenarnya daya tampung maksimal di rutan Tanjungpura tersebut hanya sekitar 180 orang saja, namun banyaknya kasus yang terjadi di Langkat ini mengakibatkan jumlah tahanan terus bertambah hingga 444 orang sekarang ini.
Sementara kamar yang ada hanya 23 kamar saja, dimana tiga kamar ditempati warga binaan wanita dan selebihnya warga binaan pria, katanya.
"Tentu 'over' kapasitas ini menyebabkan warga binaan yang ada berdesak-desakkan di dalamnya, yang seharusnya dihuni 10 orang warga binaaan per kamar, kinin harus dihuni 28 warga binaan per kamarnya," ungkap Jayanta.
Jayanta mengungkapkan untuk mengantisipasi bebagai hal di rutan Tanjungpura yang mengarah kepada yang negatif, pihaknya melakukan pendekatan dengan berdialog, serta berbagai cara lainnya.
"Ini dilakukan agar warga binaan yang ada di rutan tersebut merasa nyaman," ungkapnya.
Menyangkut dengan kejadian yang terjadi baru-baru ini di lembaga pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, Jayanta mengungkapkan bahwa kewaspadaan terus dilakukan, tapi pendekatan dengan warga binaan juga dilakukan agar tidak kaku.
Secara terpisah Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan rutan Tanjungpura Iriadi mengatakan berbagai pendekatan terhadap tahanan tetap dilakukan, malah berbagai kegiatan juga dilakukan termasuk bulan ramadhan.
"Ini dilakukan semata-mata agar terjadi interaksi yang positip antara petugas yang ada di rutan dengan warga binaan, sehingga dapat terhindarkan upaya negatip yang mau muncul," katanya.
Iriadi mengungkapkan kita akan berupaya melakukan pembinaan sehingga diharapkan tidak terjadi pristiwa seperti ditempat lain, itu yang skarang terus kita lakukan.***2***
(T.KR-IFZ/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013